3 Panduan Praktis Dalam Menghadapi Bencana Tsunami

panduan menghadapi bencana tsunami
Image via kompas.com

Indonesia pernah mengalami bencana besar 15 tahun lalu yang terjadi di Aceh. Bencana tersebut adalah bencana tsunami. Tentunya bencana tersebut sudah memakan banyak sekali nyawa manusia dan memporak porandakan berbagai bagunan pada waktu itu. Tsunami merupakan sebuah gelombang laut yang mampu datang dengan kecepatan lebih dari 900 km/jam atapun lebih dari waktu tersebut. Sebenarnya untuk penyebab terjadinya Tsunami ada banyak akan tetapi yang sering membuat gelombang Tsunami adalah gempa bumi. Sejak kejadian tersebut banyak orang yang mulai mempersiapkan diri bagaimana Panduan Praktis dalam menghadapi Bencana Tsunami.

Persiapan yang dilakukan sebelum terjadinya bencana Tsunami

Kita semua mungkin tak mengetahui kapan terjadinya bencana gelombang Tsunami. Akan tetapi kita tak boleh lengah begitu saja. Perlu dilakukannya sebuah persiapan sebelum bencana tersebut memang benar-benar datang. Berikut ini merupakan Panduan Praktis dalam menghadapi Bencana Tsunami datang. 

  1. Anda haruslah mengetahui tingkat kerawanan daerah gedung pemukiman yang anda miliki dari bahaya bencana Tsunami. Untuk bisa mengetahui tingkat kerawanan tersebut anda bisa mengunjungi situs resmi yang dimiliki oleh BNP.
  2. Sebaiknya smartphone yang anda miliki sudah terinstal sebuah aplikasi tentang informasi bencana alam. Tentunya hal tersebut sangatlah berguna dan membantu untuk anda.
  3. Anda harus sudah mengetahui jalur evakuasi tercepat yang telah ditentukan oleh beberapa pihak seperti ketua RT, ketua RW, pihak kelurahan, ataupun pihak kepolisian. Dan jika anda belum mengetahui jalur evakuasi tercepat maka anda bisa menanyakannya kepada beberapa pihak tersebut. Selain itu tanyakan juga terkait dengan masalah kerawanan bencana di sekitar pemukiman anda dan rencana apa yang akan dilakukan jika terjadi suatu bencana alam seperti gelombang Tsunami.
  4. Anda bisa mencoba untuk membuat sebuah kesepakatan sebelum terjadinya bencana Tsunami dengan pihak keluarga anda. Tentunya kesepakatan tersebut terkait dengan semua rencana evakuasi dan juga bagaimana cara untuk berkomunikasi ketika terjadi bencana alam tersebut.  Poin ini begitu penting dilakukan.
  5. Memahami dan juga melakukan sebuah latihan evakuasi dari bencana alam. Jika memang daerah pemukiman belum memiliki petunjuk jalur evakuasi, anda bisa mencoba untuk membuatnya sendiri dan menentukan jalur evakuasi untuk keluarga anda.
  6. Penting sekali bagi anda dan semua anggota keluarga anda untuk mengetahui tanda-tanda dari bencana Tsunami.
  7. Jika memang ada sebuah bencana gempa bumi, wajib hukumnya anda mengetahui berbagai macam info resmi terkait dengan potensi terjadinya sebuah bencana alam Tsunami.

Hal yang dilakukan ketika kejadian Tsunami terjadi Tentunya ketika bencana alam Tsunami terjadi pastikan anda dan seluruh anggota keluarga anda tidak panik dan tetap selalu berfikir jernih. Selain itu berikut adalah beberapa hal yang bisa anda lakukan ketika bencana tersebut terjadi saat itu juga.

  1. Bencana Tsunami selalu diawali dengan gempa bumi terlebih dahulu. Maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah melindungi diri dari bencana gempa bumi. Anda bisa melindungi bagian kepala dan bagian leher dengan menggunakan tangan anda. Selain itu berlindunglah dibawah furniture yang kokoh sampai bencana tersebut selesai.
  2. Jika memang anda berada di daerah pesisir pantai maka anda bisa langsung menuju jalur evakuasi jika saja terjadi sebuah gempa bumi. Akan tetapi anda bisa menunggu instruksi dari pihak yang berwenang.
  3. Salah satu tanda yang bisa dilihat akan terjadinya suatu gelombang Tsunami adalah air laut akan berubah menjadi surut seketika. Dan jika hal itu terjadi segeralah menuju ke tempat tinggi yang jauh dari lokasi pesisir.
  4. Perhatikan setiap peringatan, dan tanda-tanda yang diberikan oleh pihak berwenang. Selain itu untuk jalur evakuasi biasanya dibuat garis tegak lurus dari wilayah pantai ke wilayah yang lebih tinggi. 
  5. Anda bisa melakukan sebuah evakuasi dengan menggunakan kendaraan, ataupun berlari, berjalan atau menggunakan beberapa alat bantu lainnya.
  6. Sebisa mungkin hindari jalur sungai. Karena sungai merupakan salah satu media untuk menghantarkan Tsunami ke daratan.
  7. Jika memang anda sedang berada diatas perahu, jangan turun dari perahu atau kapal yang anda naiki.  Dan apabila anda sedang berada di wilayah perairan seperti sedang berenang di pantai. Anda bisa mencoba untuk berpegangan dengan erat kepada benda yang mengapung.

Tindakan yang dilakukan ketika bencana Tsunami sudah reda

Setelah bencana tersebut sudah selesai dan dinyatakan aman maka anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

  1. Mengutamakan keselamatan anda dan keluarga anda. Jika memang keadaan benar-benar aman maka anda bisa pulang ke rumah anda.
  2. Hindari genangan air karena anda bisa terperosok, hindari instalasi listrik karena bisa membuat celaka anda. Hindari masuk kedalam gedung karena kekokohan gedung masih belum bisa dinyatakan aman. Dan hindari aliran air karena akan bisa berpotensi menyeret anda.
  3. Segeralah mencari informasi terkait dengan seluruh keluarga anda. 
  4. Selalu perhatikan kebersihan diri anda dan keluarga anda. 
  5. Jika memang anda menggunakan perahu karet maka sebisa mungkin untuk menghindari reruntuhan bangunan karena bisa merusak perahu karet anda.
  6. Selalu melakukan pemantauan informasi terkait dengan perkembangan di sekitar kawasan bencana tersebut.

Panduan Praktis dalam menghadapi Bencana Tsunami diatas penting sekali untuk dipahami anda dan keluarga anda. Karena bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk selamat dari bencana Tsunami.

Sumber: https://www.keselamatankeluarga.com

Iklan Sponsor

iklan mediak3
About Armein Hutagaol 199 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*