Bahaya Keracunan Makanan Karena Bakteri Salmonella

bakteria salmonella
image dari www.necturajuice.com

Salmonella, merupakan nama dari kelompok bakteri yang sering menjadi penyebab umum dari keracunan makanan di Amerika Serikat. Biasanya gejala terjadi 4-7 hari dan hampir semua orang dapat menjadi lebih baik tanpa perawatan. Namun, Salmonella dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius pada orang tua, bayi, dan orang dengan penyakit kronis. Bakteri Salmonella dapat terbunuh karena proses pemasakan dan sterilisasi.

Kita bisa menemukan bakteri Salmonella pada:

  • Makanan: telur yang terkontaminasi, unggas, daging, susu atau jus yang tidak steril, keju, buah-buahan yang terkontaminasi, sayuran (alfalfa, taoge, melon), rempah-rempah, dan kacang.
  • Hewan dan lingkungannya: khususnya reptil (ular, kura-kura, kadal), amphibi (katak), burung, makanan hewan dan perawatan hewan.

Jadi pada dasarnya Salmonella dapat dihindari dengan cara memasak atau melakukan sterilisasi pada makanan. Telur yang sudah pecah selama beberapa waktu sebaiknya tidak digunakan lagi karena telur mudah terkontaminasi. Begitu juga dengan produk susu yang tidak steril ataupun kadaluarsa. Hewan-hewan di sekitar kita juga membawa bakteri salmonella. Jika sudah memegang hewan tersebut sebaiknya segera mencuci tangan dengan sabun sampai bersih.

Salmonella sendiri pertama kali divisualisasikan pada tahun 1880 oleh Karl Eberth. Empat tahun kemudian pada 1884, Georg Theodor Gafky mampu mengembangkan patogen Salmonella pada lingkungan alami. Setahun kemudian, seorang ilmuwan kesehatan Theobald Smith menemukan apa yang kemudian disebut Salmonella enterica. Salmonella sebagai patogen dapat menginfeksi hewan dan manusia, jadi bakteri ini dapat dipindahkan dari manusia ke hewan dan sebaliknya.

Salmonella merupakan penyebab utama penyakit yang disebarkan melalui makanan. Penyakit yang ditimbulkan biasanya berhubungan dengan pencernaan. Salmonellosis merupakan sebutan bagi penyakit yang disebabkan oleh Salmonella.  Beberapa ciri penderita salmonellosis antara lain diare, demam, keram perut dalam waktu 8-72 jam setelah memakan makanan  yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella.  Penderita juga bisa mengalami mual-mual, muntah dan sakit kepala.

Salah satu jenis Salmonella yaitu Salmonella typhi merupakan penyebab dari penyakit demam tifus. Bakteri tersebut masuk ke dalam pembuluh darah  dan gastroenteritis melalui makanan. Penyakit demam tifus dapat menyebabkan kematian. Infeksi Salmonella juga berakibat buruk bagi bayi, balita, ibu hamil dan janin, serta orang lanjut usia. Hal ini diakibatkan karena kekebalan tubuh mereka yang lemah.

Lalu bagaimana cara untuk menghindari keracunan bakteri salmonella? Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari keracunan makanan karena bakteri salmonella:

  1. Hindari makan makanan yang memiliki risiko tinggi, seperti telur mentah atau telur setengah matang, daging setengah matang atau unggas, dan susu yang tidak steril. Beberapa orang lebih menyukai telur setengah matang dan sebagian juga senang mengonsumsi telur mentah. Telur yang mentah dan terkontaminasi menjadi salah satu sumber bakteri salmonella. Jika telur tersebut sudah dimasak dengan benar maka risiko dapat dikurangi karena salmonella mati jika dimasak. Begitu juga dengan produk susu yang tidak dipasteurisasi atau tidak steril juga berisiko mengandung bakteri salmonella. Susu sebaiknya segera diminum setelah disajikan, jika tidak maka sebaiknya ditempatkan di lemari es.
  2. Jaga makanan di lemari es sebelum dimasak. Bahan makanan baik itu berupa telur, daging, susu, dan makanan lainnya sebaiknya ditempatkan di lemari es jika tidak segera digunakan. Lemari es akan menjaga makanan bertahan lebih lama daripada di suhu ruangan.
  3. Bersihkan tangan dengan sabun dan air hangat sebelum memegang makanan. Bersihkan permukaan tempat makan sebelum menyiapkan makanan di atasnya. Tangan kita perlu dibersihkan terlebih dahulu karena cenderung kotor saat digunakan untuk memegang berbagai benda. Membersihkan juga perlu dengan sabun agar bakteri dapat diminimalkan sehingga aman digunakan saat makan.
  4. Jangan menggunakan peralatan memasak makanan yang sebelumnya digunakan pada makanan mentah dan jangan menempatkan makanan matang pada piring yang sebelumnya digunakan untuk makanan mentah kecuali jika memang sudah benar-benar dibersihkan. Misalnya saja pisau yang sebelumnya digunakan untuk memotong daging mentah maka tidak boleh langsung digunakan untuk memotong roti atau makanan yang sudah jadi.
  5. Masak makanan apda suhu yang aman, jika mau bisa menggunakan termometer daging untuk meyakinkan bahwa makanan tersebut dimasak dalam temperatur yang aman.
  6. Cuci tangan setelah memegang hewan, makanan hewan, tempat tinggal hewan dan peralatan yang digunakan untuk hewan tersebut. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu sumber dari salmonella adalah hewan dan hewan bisa memindahkan bakteri tersebut pada manusia.
Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 174 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.