Bahaya Polusi Udara di Kota-Kota Besar Dunia

polusi udara
Image dari riaupos.co

Revolusi industri tak bisa dipungkiri menjadi pemicu munculnya kota-kota metropolis. Selama bertahun-tahun kota-kota tersebut menjadi pusat orang-orang untuk mencari pekerjaan, komoditas, hiburan, dan beragam fenomena terjadi di sana. Polusi udara menjadi salah satu hal yang mengganggu di kota-kota besar tersebut. Pada hari yang panas dapat terlihat awan yang terkontaminasi melayang di atas kota. Kabut bercampur asap merupakan fenomena yang banyak kita temui di sana. Asbut bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti kesulitan bernapas dan gangguan tenggorokan. Mari kita simak hubungan antara kota-kota besar di dunia dan polusi udaranya.

  1. New York City

New York City merupakan kota terburuk ke-4 dalam masalah level ozon. Kota tersebut kemudian mendorong penggunaan transportasi publik untuk mengurangi produksi ozon. Namun polusi udara tetap tak bisa dihindari. Beberapa zat kimia yang berkontribusi pada polusi udara di New York City antara lain karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan partikulat. Sumber utama dari zat berbahaya tersebut adalah kendaraan bermotor. Setiap harinya, ribuan mobil, bus, dan truk membakar bahan bakar fosil di jalanan kota New York. Kendaraan bermotor yang menjadi alat transportasi utama merupakan sumber masalah yang menjadi dilema bagi kota besar seperti New York.

  1. Beijing

Beijing, ibu kota China merupakan kota besar yang juga terdampak oleh polusi udara. Para ahli mengungkapkan bahwa kota Beijing hampir saja tak layak untuk dihuni karena kualitas udara yang buruk, meskipun merupakan tempat tinggal dari 20 juta orang. Sebuah riset menunjukkan bahwa sekitar 3,5 juta orang meninggal setiap tahunnya di seluruh dunia karena polusi udara, dan hampir setengahnya dari China. Di Beijing sendiri polusi udara berasal dari kendaraan bermotor, pembakaran batu bara, badai debu dari utara, dan debu yang berasal dari konstruksi. Pemerintah China sempat menyalahkan pabrik yang menghasilkan polusi ilegal, emisi kendaraan bermotor, tingginya konsumsi batu bara, dan pembakaran batang jagung. Mereka juga menyalahkan faktor cuaca seperti angin  dan kelembaban. Namun beberapa analis mengatakan bahwa pemerintah China perlu mereformasi industri di negaranya sehingga tidak menghasilkan polusi udara yang membahayakan.

  1. New Delhi

New Delhi, ibukota India merupakan kota yang cukup pesat peningkatan kendaraan bermotornya. Jumlah mobil telah meningkat dari 180.000 menjadi 3,5 juta dalam waktu 30 tahun. Pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batu bara juga menjadi penyebab terbesar polusi udara di kota tersebut. Polusi udara dari pembangkit listrik menyumbang sekitar 80% dari jumlah polusi udara di New Delhi. Polusi udara di India berdampak buruk yaitu menjadi penyebab kematian 10.000 sampai dengan 30.000 orang setiap tahunnya. Ini merupakan penyebab utama kematian ke-5 di India menurut Centre for Science and Environement (CSE). Selain kematian, polusi udara juga berperan dalam perubahan iklim.

  1. Mexico City

Mexico City, ibukota Meksiko ini pada tahun 1992 dinobatkan sebagai kota paling berpolusi di planet. Pada saat itu polusi menyebabkan 1.000 orang meninggal dan 35.000 masuk rumah sakit pertahun. Saat ini, ozon dan polutan udara lain di Mexico City memiliki level yang sama dengan Los Angeles. Peningkatan kualitas udara telah tercapai, dengan kebijakan pemerintahnya yang mereformulasi bensin, menutup pabrik yang berpolusi, dan  pelarangan menggunakan mobil sehari dalam seminggu.

  1. Jakarta

Jakarta, ibu kota negara kita merupakan salah satu kota yang juga tingkat polusinya tinggi. Kendaraan bermotor menjadi penyebab utama dari polusi udara di Jakarta. Tingginya kemacetan di jalan raya menunjukkan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Jakarta terlalu tinggi. Pemerintah mencoba membuat masyarakatnya berpindah ke angkutan umum. Namun jumlah dan kenyamanan angkutan umum masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta sehingga masih perlu terus ditingkatkan. Angkutan umum yang sudah tua juga berpotensi menimbulkan polusi udara yang lebih berbahaya sehingga perlu diganti dengan yang lebih baru. Selain kendaraan bermotor, aktivitas industri juga turut menyumbang polusi udara di Jakarta namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Pabrik-pabrik lebih banyak dibangun di luar Jakarta. Menurut data dari Kementrian Kesehatan sektor transportasi memberikan kontribusi sebanyak 70% sampai 80% dari total polusi udara di Jakarta.

  1. Kairo

Kairo merupakan ibu kota Mesir yang kualitas udaranya tergolong sangat buruk. Penduduk Kairo menghirup udara yang buruk—lebih dari 20 kali level polusi udara yang layak diterima setiap harinya. Setiap penduduk Kairo seperti sedang merokok satu bungkus rokok setiap harinya. Pabrik-pabrik banyak yang menggunakan mazut, bahan bakar berkualitas rendah dan menjadi salah satu penyebab utama tingginya polusi udara. Gurun di Mesir, dan adanya badai pasir musiman juga berkontribusi dalam rendahnya kualitas udara di Mesir. Meningkatnya jumlah kendaran, dan menggunakan cara lama dalam pemanasan seperti membakar batu bara dan kayu juga menjadi sumber polusi udara di kota Kairo.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 132 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*