Bekerja dengan bahan kimia berbahaya

bahan kimia berbahaya
image dari kosmetikberbahaya.com

bahan kimia berbahaya – Setiap tahunnya, ribuan pekerja sakit karena bahan-bahan kimia berbahaya, salah satunya penyakit paru-paru seperti asma, kanker dan penyakit kulit seperti dermatitis. Penyakit tersebut tercatat banyak terjadi di berbagai sektor industri. Oleh karena terserang penyakit tersebut banyak pekerja yang kemudian harus berhenti bekerja dan banyak perusahaan yang harus kehilangan pekerja mereka atau mengeluarkan biaya untuk pengobatan para pekerja. Perusahaan sendiri bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, namun masalah keselamatan dan kesehatan pekerja juga menjadi tanggung jawab dari perusahaan. Berkaitan dengan bahan-bahan atau material berbahaya, berikut ini daftarnya:

  1. Debu atau gas yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru.
  2. Cairan metal dapat menumbuhkan bakteri dan jamur yang merupakan penyebab dari penyakit dermatitis dan asma.
  3. Bunga, buah, dan sayuran yang dapat menyebabkan dermatitis
  4. Wet working misalnya katering dan cleaning dapat menyebabkan dermatitis
  5. Semen basah yang dapat memicu dermatitis atau chemical burns
  6. Benzene pada minyak mentah yang dapat menyebabkan leukimia.

Selain itu masih banyak produk atau material yang sering digunakan dalam pekerjaan yang dapat berbahaya, misalnya cat lukis, tinta, lem, deterjen, dan produk-produk kecantikan. Penyakit yang disebabkan oleh bahan berbahaya tersebut sebenarnya dapat dicegah. Banyak bahan yang bisa menimbulkan bahaya kesehatan, namun penggunaan yang tepat bisa menghindarkan pekerja dari bahaya tersebut. Bahan-bahan tersebut biasanya juga memiliki kandungan berbahaya lainnya. Bisa saja ada kandungan yang mudah terbakar.

Bagaimana pekerja dapat terpapar oleh bahan-bahan tersebut perlu mendapatkan perhatian sehingga dapat dicegah sebelumnya. Berikut ini beberapa cara bahan-bahan tersebut dapat terpapar pada pekerja:

1.Melalui pernapasan

Pernapasan merupakan sistem yang sangat penting bagi tubuh, namun udara bisa saja tercemar oleh bahan-bahan berbahaya. Saat bahan-bahan tersebut masuk ke sistem pernapasan maka bisa langsung menyerang beberapa organ tubuh dalam sistem pernapasan. Tak hanya paru-paru saja namun bisa juga membahayakan bagian tubuh lainnya seperti liver.

2. Melalui sentuhan kulit

Beberapa bahan berbahaya dapat merusak kulit dan bagian lain dari tubuh. Kulit dapat terkontaminasi:

  • Melalui kontak langsung dengan bahan berbahaya misalnya menyentuh bahan tersebut atau tumpah dan mengenai kulit pekerja.
  • Dengan tercebur ke dalam bahan berbahaya.
  • Dengan bahan berbahaya tersebut jatuh mengenai kulit misalnya debu yang mengandung zat kimia berbahaya.
  • Dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, termasuk kontak dengan bagian dalam sarung tangan yang terkontaminasi.

3. Menelan

Bahan-bahan berbahaya kadang bisa tertelan tanpa disengaja, misalnya saat bahan tersebut mengenai tangan dan tangan tersebut masuk ke dalam mulut melalui makan, merokok, dan lain-lain tanpa cuci tangan terlebih dahulu.

4. Melalui mata

Bahan-bahan berbahaya seperti gas atau debu dapat mengiritasi mata. Cairan berbahaya yang mengenai mata juga dapat merusak mata secara permanen.

5. Melalui luka pada kulit

Luka pada kulit bisa menjadi tempat bahan berbahaya masuk dan menyakiti tubuh.

Perusahaan yang pekerjanya harus bekerja dengan bahan-bahan berbahaya tersebut harus melakukan program K3 yang tepat sehingga pekerja tetap aman dan sehat. Perusahaan awalnya harus menyusun daftar apa saja bahan berbahaya yang ada di tempat kerja. Setelah itu mencari cara untuk mengeliminasi atau mengurangi risiko dari bahaya tersebut. Para pekerja perlu diberikan pelatihan untuk memahami risiko kerja terkait dengan bahan-bahan berbahaya tersebut. Beberapa hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi risiko dari bahan berbahaya tersebut antara lain:

  • Mengganti penggunaan bahan berbahaya dengan bahan yang lebih aman. Bahan berbahaya yang bisa diganti sebaiknya diganti, namun jika tidak maka bisa melakukan pencegahan dengan cara lainnya.
  • Memastikan aliran udara di tempat kerja berjalan dengan lancar. Aliran udara yang lancar dapat mencegah bahan berbahaya masuk ke dalam pernapasan tubuh.
  • Melakukan pengolahan limbah bahan berbahaya sesuai dengan prosedur yang aman. Limbah dari bahan berbahaya tersebut harus diolah dengan aman atau dibuang sesuai dengan standar keamanan.
  • Menyediakan alat pelindung diri bagi pekerja sesuai dengan jenis bahan berbahaya dan cara bahan berbahaya tersebut mengenai tubuh. Alat pelindung bisa berupa baju pelindung yang dapat melindungi keseluruhan tubuh atau alat pelindung pernapasan yang dapat melindungi pekerja dari kandungan zat berbahaya yang dihirup di tempat kerja.
  • Memastikan pekerja bekerja sesuai dengan prosedur yang aman. Prosedur kerja yang dibuat harus bisa membuat pekerja terhindar dari risiko terpapar bahan berbahaya.
Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 166 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.