Contoh Bahan Kimia Berbahaya Dan Beracun

bahan kimia berbahaya dan beracun

Bahan kimia berbahaya dan beracun bagi manusia yang sudah banyak dikenal masyarakat antara lain adalah formalin, boraks, dan merkuri. Ketiga bahan kimia ini memiliki efek yang buruk bagi tubuh manusia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Meski berbahaya, sayangnya bahan-bahan kimia seperti ini banyak ditemukan dalam produk-produk yang masuk ke dalam tubuh manusia misalnya makanan dan kosmetik. Pemerintah sendiri sudah melakukan upaya untuk mengontrol agar produk-produk yang mengandung bahan kimia berbahaya tidak dicampur dalam barang yang dikonsumsi manusia. Supaya Anda lebih mengenal dan paham mengenai bahaya bahan kimia bagi tubuh, ini dia beberapa bahan kimia berbahaya dan beracun bagi manusia.

Alkylphenols

Alkyphenols dan zat-zat turunannya banyak digunakan untuk proses pewarnaan dan pencucian pada industri tekstil. Penggunaan bahan kimia ini sudah diatur dengan ketat di Uni Eropa dan sudah dibatasi penggunaannya sejak tahun 2005 termasuk mengenai pengolahan limbahnya. Pasalnya, bahan kimia berbahaya dan beracun bagi manusia ini tidak mudah terurai dalam air. Salah satu efeknya adalah merusak sistem reproduksi pada ikan karena strukturnya yang mirip dengan hormon estrogen.  Ikan dan organisme air lainnya yang terkontaminasi air limbah ini tentu menjadi berbahaya apabila dikonsumsi oleh manusia.

Asam retinoat

Bahan kimia berbahaya dan beracun bagi manusia selanjutnya adalah asam retinoat yang masih banyak ditemukan di dalam kandungan kosmetik. Asam retinoat dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pori-pori kulit. Apabila terakumulasi dalam jumlah yang banyak maka dapat menyebabkan rasa panas seperti terbakar pada kulit, kulit menjadi kering, hingga bisa menyebabkan cacat pada rahim atau disebut dengan teratogenik.

Azo dyes

Selain alkylphonels, industri juga menggunakan azo dyes atau pewarna azo untuk pewarnaan utama pada tekstil. Beberapa jenis warna pada azo dyes dapat terdegradasi dan melepaskan bahan-bahan kimia yang apabila menyentuh kulit manusia bisa berakibat berbahaya. Salah satu dampak bahan kimia pada azo dyes adalah menyebabkan kanker kulit apabila bersentuhan langsung dengan kulit manusia. Uni Eropa telah melarang penggunaan pewarna azo yang bisa melepaskan zat-zat kimia tersebut.

Zat-zat pewarna

Terdapat beberapa zat pewarna yang merupakan bahan kimia berbahaya dan beracun bagi manusia namun ditemukan dalam kandungan beberapa merk kosmetik. Beberapa zat perwarna yang berbahaya tersebut antara lain adalah  Merah K.3, Merah K.10, dan  Jingga K.1 yang sebenarnya digunakan untuk pewarnaan pada produksi tektstil, kertas, dan tinta. Bahan-bahan pewarna tersebut juga merupakan zat karsinogen yang berdampak buruk pada kesehatan kita. Beberapa efek zat karsinogen bagi tubuh adalah bisa menyebabkan masalah pada paru-paru, leukemia, penyakit kandung kemih, dan merusak fungsi hati serta sistem saraf.

Senyawa organotin

Dulu salah satu bentuk dari senyawa organotin, yaitu tributyltin (TBT) umum digunakan untuk melapisi kapal sebagai cat anti bocor. Tetapi kemudian ditemukan bahwa bahan kimia ini tidak terurai dalam lingkungan (air) dan bisa mengkontaminasi air laut serta organisme yang ada di dalamnya. Kini senyawa organotin lebih banyak digunakan untuk antijamur pada berbagai produk rumah tangga misalnya kaos kaki, sepatu,  dan baju olahraga agar tubuh manusia tidak mudah bau karena tercampur dengan keringat.

Di beberapa negara penggunaan senyawa organotin baik untuk kebutuhan kapal, kebutuhan rumah tangga, atau pemakaian lainnya yang berhubungan dengan keselamatan manusia sudah dilarang. Hal ini karena bahan kimia berbahayan ini bisa merusak sistem kekebalan tubuh dan reproduksi. Demikian adalah beberapa bahan kimia berbahaya dan beracun bagi manusia.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 154 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.