Contoh Inspeksi Keselamatan Kerja K3 di Perusahaan

contoh inspeksi K3
Image via altruisticsafety.ca

Contoh inspeksi keselamatan kerja K3 terbagi menjadi dua faktor yakni objek dan waktunya. Keberadaan inspeksi ini penting untuk merekam hasil yang berhubungan dengan keselamatan dalam bekerja.

Pengertian Inspeksi Keselamatan Kerja

Inspeksi keselamatan kerja atau dikenal juga dengan istilah inspeksi K3 merupakan standar pemeriksaan dan pencegahan terhadap semua faktor yang memiliki potensi membahayakan keamanan dan keselamatan jiwa saat bekerja. Tujuannya adalah untuk menemukan berbagai sumber bahaya yang dapat merugikan dan segera menemukan solusi untuk mengendalikan sumber bahaya tersebut. Nantinya hasil dari inspeksi harus direkam dan didokumentasikan sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban perusahaan atau lingkungan kerja terhadap keamanan dan keselamatan karyawan dan pegawai yang berada di dalamnya.

Macam-Macam Inspeksi Berdasarkan Objeknya

Objek turut menjadi faktor yang menentukan diadakannya inspeksi keselamatan kerja. Oleh karena itulah inspeksi ini juga dibedakan menjadi beberapa jenis. Perbedaan jenis ini juga berpengaruh pada standar dan alat yang digunakan untuk menjamin keselamatan kerja.

1. Inspeksi PPE

Inspeksi ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan setiap orang bekerja menggunakan PPE atau alat pelindung diri yang diwajibkan sesuai dengan prosedur/instruksi kerja. Memastikan bahwa alat pelindung diri tepat guna berdasarkan jenis pekerjaannya dan dalam kondisi layak pakai.

2. Inspeksi hand and power tools

Inspeksi ini juga tidak kalah penting dari objek sebelumnya karena berhubungan dengan peralatan yang kita gunakan di tempat kerja baik itu hand tools seperti palu, obeng, tang, dan lainnya maupun power tools seperti gerinda, mesin bor, dan lain-lain. Memastikan bahwa peralatan-peralatan tersebut dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan oleh pekerja.

3. Inspeksi fire protection equipment

Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan peralatan proteksi kebakaran berfungsi dengan baik dan siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat kebakaran. Contoh-contoh peralatan proteksi kebakaran termasuk APAR, smoke detector, heat detector, fire sprinkler, fire alarm panel, hose reel, fire hydrant dan lain-lain.

4. Inspeksi lifting equipment & gear

Inspeksi berikutnya banyak dilakukan di proyek-proyek migas, fabrikasi, maupun di industri galangan kapal. Memastikan bahwa semua lifting gear seperti shackle, wire sling, webbing sling, chain block dan lain-lain dalam kondisi baik dan layak untuk digunakan, serta menggunakan kode warna (color code) yang berlaku sesuai dengan prosedur lifting di perusahaan tersebut.

5. Inspeksi environment

Inspeksi ini ditujukan untuk menilai lingkungan tempat bekerja. tempat kerja harus memenuhi beberapa standar untuk mendapatkan jaminan keselamatan kerja. Inspeksi ini bagian dari penerapan ISO 14001, memastikan pemisahan sampah dilakukan dengan benar, penyimpanan material dan limbah b3 dengan benar, penyediaan secondary containment untuk mesin-mesin yang berpotensi kebocoran oli, dan lain-lain yang menyangkut masalah lingkungan.

Macam-Macam Inspeksi Berdasarkan Waktunya

Dari segi waktu atau jadwalnya, inspeksi sendiri memiliki beberapa tipe. Tujuannya tentu saja melatih kesiapan, kewaspadaan, dan insting dalam memberikan jaminan keselamatan jiwa. Berikut ini beberapa macam inspeksinya.

1. Inspeksi Keselamatan Tak Terencana

Sesuai dengan namanya, inspeksi ini tidak memiliki rencana dan waktu yang telah ditetapkan. Oleh karena itulah umumnya inspeksi ini bersifat dangkal karena hanya memeriksa standar awal keselamatan saja. Inspeksi ini juga terkesan tidak sistematis karena tidak direncanakan secara detail dan menyeluruh.

Adapun bagian yang diperiksa hanya mencakup:

–          Kondisi yang dianggap riskan dan berpotensi tidak aman.

–          Ranah produksi menjadi bagian yang paling dikhususkan.

–          Tidak banyak catatan dan rekaman dokumentasi.

–          Hanya sebatas tindakan perbaikan dan pencegahan standar keselamatan.

2. Inspeksi Keselamatan Terencana

Sedangkan inspeksi keselamatan terencana merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dengan jadwal dan tujuan yang jelas. Jadi hasil yang diperoleh dari inspeksi ini juga cukup detail dan mendalam. Adapun secara garis besar jenisnya terbagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Inspeksi Rutin

Inspeksi ini sudah terjadwal baik secara harian, mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan. Tujuan dari inspeksi pun sudah ditetapkan sejak awal sehingga pemeriksaan bisa dilakukan secara mendalam dan detail. Inspeksi ini cenderung menyeluruh khususnya pada bagian yang dianggap memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan kerja seperti standar operasional, mesin produksi, alat pelindung keselamatan diri, dan masih banyak lagi bagian lainnya.

  1. Inspeksi Khusus

Inspeksi khusus memiliki wilayah yang lebih serius dibandingkan dengan jenis lainnya. Inspeksi ini dilakukan secara teratur pada peralatan yang memiliki risiko paling tinggi di antara keamanan kerja lainnya. Umumnya inspeksi ini dilakukan pada mesin produksi baru sebagai dasar pengendalian dan pencegahan risiko keamanan di tempat kerja. Itulah alasan inspeksi ini masuk ke dalam contoh inspeksi keselamatan kerja k3.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 174 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.