Kehilangan Pendengaran di Tempat Kerja

kehilangan pendengaran di tempat kerja
Image via hellosehat.com

kehilangan pendengaran di tempat kerja – Mungkin kasus hilangnya pendengaran di tempat kerja tidak sebanyak akibat kecelakaan kerja yang lainnya. Namun tetap saja ada yang mengalami hal ini. Karena itulah, perusahaan perlu juga memperhatikan hal ini sebagai salah satu potensi bahaya yang mengancam jiwa pekerja.

 Apa Yang Dimaksud “Kehilangan Pendengaran”?

Tidak seperti yang dipahami masyarakat umum, yang disebut dengan gangguan pendengaran adalah ketidakmampuan untuk mendengar frekuensi tertentu. Dengan demikian, belum tentu karyawan mengalami tuli. Jadi, kemampuan dalam mendengar itu seperti hanya kemampuan dalam melihat atau membaui. Artinya, hal ini tergantung pada kemampuan saraf dalam menangkap suara yang dapat ditafsirkan otak.

Nah, mengenai penyebab paling umum untuk terjadinya gangguan pendengaran ini ada dua, yaituL

1. karena usia

2. karena kebisingan

Kaitannya dengan tempat kerja, hal kedua ini yang dapat dilakukan pencegahan. Dengan melakukan berbagai upaya pengurangan kebisingan diharapkan tidak sampai membuat pendengaran karyawan menurun fungsinya.

Mengenai ‘pendengaran’, pemicunya adalah getaran dan gelombang di telinga yang disambut oleh sel-sel rambut kecil di dalam telinga bagian dalam. Dari sana, kemudian getaran ini dikirim oleh bagian saraf pendengaran ke otak.

Secara lebih ilmiah, terganggunya pendengaran ini karena berkurangnya kuantitas dan kualitas sel rambut. Sehingga kemudian kemampuan untuk mengambil frekuensi suara tertentu bisa menjadi berkurang. Namun, bisa juga gangguan pendengaran ini disebabkan suara yang berbahaya. Nah hal inilah yang wajib untuk diwaspadai karena dapat menyebabkan masalah yang berbahaya dan kondisi pendengaran tidak dapat kembali normal. Kerusakan atau hilangnya sel-sel rambut di dalam telinga ini tidak dapat ‘disembuhkan’ sebab sel-sel rambut ini tidak bisa kembali tumbuh.

Adapun mengenai faktor kebisingan yang dapat menyebabkan parahnya gangguan pendengaran meliputi:

– volume sumber kebisingan. Semakin keras suara dan semakin dekat sumber suara, maka akan semakin berbahaya bagi karyawan untuk bisa menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran;

– durasi paparan suara keras.

 

Tanda-Tanda Awal Mengalami Gangguan Pendengaran

Terjadinya gangguan pendengaran biasanya terjadi perlahan-lahan. Karyawan pun sulit merasakannya sebab tidak ada rasa sakit. Mungkin awalnya Anda merasak kesulitan untuk mendengar orang yang sedang bicara. Namun setelah beberapa jam atau bahkan beberapa hari, gejala ini biasanya akan hilang. Tapi jika hal ini pernah terjadi, kemungkinan jika telinga terkena kebisingan lagi, maka Anda pun bisa mengalami gangguan pendengaran untuk selamanya.

Mengenai tanda-tanda sesorang mengalami gangguan pendengaran awal misalnya bisa dilihat dari kondisi seperti berikut:

– Anda mengalami kesulitan untuk memahami apa yang orang katakan, terutama saat berada dalam situasi yang ramai

– Anda merasa perlu untuk mengubah suara TV menjadi lebih tinggi

– Anda harus meminta orang untuk mengulangi apa yang baru saja dikatakannya

– Tidak mampu mendengar suara dengan nada tinggi, seperti bayi menangis atau telepon berdering di ruangan lain

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami gangguan pendengaran, caranya adalah mengeceknya pada tenaga medis yang kompeten. Dengan begitu, Anda pun bisa tahu apakah Anda mulai mengalami gangguan pendengaran atau tidak.

 

Bagaimana mencegah kebisingan yang disebabkan gangguan pendengaran?

Perusahaan bisa mengambil langkah untuk mengatasi gangguan pendengaran ini:

1. Melakukan penilaian resiko kebisingan di tempat kerja. Perusahaan perlu melakukan penilaian resiko bunyi di tempat kerja. Jika ada bunyi yang melebihi 85 dB harus menjadi target untuk dikontrol bunyinya. Caranya bisa dengan mendesain lingkungan kerja yang lebih tenang, atau dengan memperbarui mesin yang suaranya terlalu keras.

Mengenai penilaian resiko kebisingan ini harus ditangani secara rutin. Sebab mungkin saja ada tempat kerja yang hari ini relatif tenang, namun besok menjadi berisik. Oleh karena itulah, penilaian kebisingan ini harus rutin dilakukan.

2. Menggunakan Alat Pelindung Pendengaran. Dengan mamakai alat seperti penutup telinga sangat berguna untuk bisa memblokir suara. Namun, produk ini juga memiliki batas kemampuan dalam meredam suara. Alat pelindung telinga yang berkualitas baik bisa mengurangi tingkat kebisingan sampai 20dB.

Standarnya adalah jangan sampai di tempat kerja terdapat kebisingan yang melebihi 85dB. Tentu mungkin pemberian alat pelindung telinga saja tidak cukup. Karena itu perlu cara-cara lain yang bisa ikut membantu meredam suara tersebut.

3. Kebijakan perusahaan. Setelah identifikasi dilakukan, perusahaan harus mengambil tindakan untuk suara bising tersebut. Harus ada kebijakan konkret perusahaan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kebisingan yang terjadi. Dan kebijakan ini harus dipatuhi oleh semua pihak.

4. Pelatihan bagi karyawan. Karyawan harus dilatih supaya bisa mengetahui bahaya-bahaya suara yang muncul di sekitarnya. Dengan begitu, mereka pun tahu bagaimana cara melindungi telinga agar indera yang satu ini tidak sampai mengalami gangguan.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 179 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.