Mengenal Energi Terbarukan

energi terbarukan

Energi terbarukan secara umum didefinisikan sebagai energi yang bersumber dari alam yang dapat diperbarui seiring berjalannya waktu, misalnya energi matahari, angin, hujan, ombak, dan panas bumi. Energi terbarukan tersebut dapat menjadi sumber energi bagi listrik, pemanas/pendingin udara/air, transportasi dan lain-lain. Menurut laporan REN21 pada tahun 2014, energi terbarukan berkontribusi 19% dari konsumsi energi global. Beberapa negara sudah mulai berinvestasi besar-besaran untuk energi terbarukan, seperti China dan Amerika Serikat yang berinvestasi pada energi angin, hidro-solar, dan biofuels.

Penggunaan energi terbarukan bisa menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh bahan bakar fosil. Sampai sekarang, manusia masih tidak bisa lepas dari penggunaan bahan bakar fosil yang nyatanya malah berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu pengembangan energi terbarukan harus terus dilakukan sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada energi yang tak terbarukan.

Berikut ini beberapa jenis energi terbarukan:

  1. Tenaga Angin

Setiap hari kita bisa merasakan angin yang berhembus karena perbedaan tekanan udara. Tenaga yang ada pada angin tersebut bisa dimanfaatkan untuk sumber energi. Aliran udara dapat digunakan untuk menjalankan turbin angin. Turbin angin tersebut dapat bekerja antara 600 kW sampai 5 MW. Lokasi yang digunakan untuk pengumpulan tenaga angin tersebut biasanya area yang memiliki angin kuat dan konstan. Tepi laut dan dataran tinggi banyak dipilih untuk mendapatkan sumber angin tersebut.  Angin di daerah lepas pantai biaanya memiliki kecepatan rata-rata 90% lebih besar daripada di daratan, jadi sumber angin tersebut menjadi lebih besar daripada angin yang ada di daratan. Pada tahun 2013, tenaga angin menyumbangkan 3% dari jumlah listrik dunia.

  1. Tenaga air

Air merupakan energi terbarukan yang juga dapat diperbarui. Kita ketahui bahwa siklus air terjadi secara berkelanjutan sehingga air terus ada bagi kebutuhan manusia. Pada tahun 2013, tenaga air mampu menyumbang hampir 16% dari listrik di seluruh dunia. Air sendiri 800 kali lebih padat daripada udara, bahkan pada aliran air yang pelan, atau laut yang tenang dapat menyediakan energi yang cukup besar. Ini beberapa bentuk dari energi air:

  1. Energi hidroelektrik: biasanya bersumber dari dam hidroelektrik besar. Dam hidroelektrik terbesar terdapat di China yaitu Three Gorges Dam. Contoh yang kecil adalah Akosombo Dam di Ghana.
  2. Sistem mikrohidro: merupakan instalasi sistem hidroelektrik yang memproduksi tenaga sampai 100 kW. Biasanya menggunakan area yang banyak airnya sebagai remote-area power supply (RAPS)
  3. Run-of-the-river hydroelectricity: sistem yang menggunakan energi kinetik dari sungai tanpa membangun waduk yang besar.

Tenaga air dproduksi oleh sekitar 150 negara, dengan wilayah Asia-Pasifik mencapai 32% dari keseluruhan tenaga air pada tahun 2010. Produser tenaga air terbesar yaitu China dengan produksi 721 terawatt-hours pada tahun 2010.

  1. Tenaga matahari

Tenaga matahari berasal dari sinar dan panas matahari yang dikumpulkan dengan menggunakan teknologi seperti solar heating, photovoltaics, concentrated solar power(CSP), concentrator photovoltaics (CPV), solar architecture dan artificial photosynthesis. Pengembangan teknologi tenaga matahari terus dilakukan sehingga bisa menghasilkan energi yang ramah lingkungan bagi masyarakat. Memang perlu investasi yang besar untuk memulainya namun hal tersebut akan berdampak baik bagi masa yang akan datang. Pada tahun 2013, tenaga matahari menyumbang kurang dari 1% dari total listrik global.

  1. Energi panas bumi

Energi panas bumi berasa dari panas yang tersimpan di dalam bumi. Panas yang digunakan untuk energi panas bumi dapat berasal dari jauh dari dalam bumi atau pusat bumi yang sejauh 6.400 km. Pada inti bumi, temperatur dapat mencapai 5.000° C. Panas bumi tersebut sejak dahulu sudah banyak dimanfaatkan khusunya untuk mandi dan pemanas sejak zaman kuno. Saat ini panas bumi menjadi sumber energi yang terbarukan.

  1. Bio energy

Bio energy sendiri dapat berupa biomass, biogas, dan biofuels. Semuanya berasal dari bahan alami aau tumbuhan-tumbuhan untuk menghasilkan energi. Ada beberapa jenis tanaman yang bisa digunakan untuk menghasilkan bahan bakar seperti bambu, jagung, kelapa sawit, dan lain-lain. Energi dari tanaman tersebut berasal dari ladang yang khusus digunakan sebagai sumber bio energi.  Sayangnya biomass, biogas, dan biofuels yan dibakar untuk menghasilkan energi dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Polutan yang dihasilkan antara lain sulfur oksida, nitro oksida, dan partikulat.

Demikian beberapa contoh energi terbarukan yang dirangkum oleh MediaK3 dari berbagai sumber. Jika bermanfaat, silahkan dishare ke teman-teman Anda.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 164 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.