Penanganan Limbah Berbahaya di Tempat Kerja

limbah b3 berbahaya
Image dari freshconsultant.co.id

Penanganan limbah berbahaya merupakan proses mengumpulkan, memindahkan, memproses, mengolah kembali atau membuang limbah. Sampah atau limbah merupakan salah satu permasalahan perusahaan yang jika tidak dikelola dengan baik maka dapat menyerang perusahaan, misalnya merusak imej perusahaan menjadi  perusahaan yang mencemari lingkungan atau bahkan membuat pekerjanya menjadi sakit karena limbah yang tidak diurus dengan benar.

Jenis sampah yang cukup berbahaya adalah limbah kimiawi. Limbah kimiawi dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu:

  1. Mudah terbakar: material limbah kimiawi yang mudah terbakar biasanya berupa cairan yang akan menyala di bawah 60 derajat Celcius.
  2. Bersifat merusak atau korosif: limbah yang bersifat korosif biasanya merupakan limbah yang memiliki kadar pH kurang dar atau sama dengan dua atau lebih besar atau sama dengan 12,5.
  3. Reaktif: limbah yang reaktif merupakan limbah yang tidak stabil, dapat meledak, dapat bereaksi merusak dengan air, dan sejenisnya.
  4. Beracun: limbah beracun merupakan limbah yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan dengan kandungan racun di dalamnya.

Beberapa contoh dari limbah kimiawi antara lain:

  • Bahan kimiawi yang tidak digunakan atau berlebih
  • Baterai
  • Apapun yang terkontaminasi dengan zat kimia
  • Minyak yang telah digunakan untuk semua tipe
  • Benda yang mengandung merkuri
  • Pestisida
  • Gas cylinders
  • Tabung aerosol yang berisi
  • Benda tajam yang terkontaminasi
  • Peralatan komputer
  • Dan lain-lain.

Penanganan limbah kimia b3 berbahaya perlu dilakukan dengan menerapkan beberapa langkah. Langkah-langkah untuk mengatasi limbah kimiawi tersebut antara lain:

  1. Melakukan pencegahan untuk mengurangi jumlah limbah kimia b3 berbahaya, caranya yaitu:
  2. Menggunakan teknik microscale, bahan pengganti yang tidak berbahaya, atau proses modifikasi untuk mengurangi jumlah limbah
  3. Mencari tahu dengan bertanya pada profesional atau ahli tentang teknik mencegah limbah berbahaya
  4. Membagi bahan kimia yang tidak digunakan antar departemen
  5. Melatih karyawan dalam teknik pencegahan polusi
  6. Menggunakan program redistribusi bahan kimia untuk mengolah bahan kimia yang tidak digunakan
  7. Jangan membuang limbah berbahaya sembarangan

Jika zat kimia tersebut tidak memiliki “xxNH” maka tergolong berbahaya dan tidak boleh dibuang sembarangan. Jangan pernah membuang zat kimia berbahaya di tempat sampah. Jangan juga membuangnya ke tempat cuci, toilet, lantai kamar mandi, atau pada tanah. Zat kimia tersebut bisa saja memberikan dampak berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia di dekatnya.

  1. Memberi label pada kontainer limbah. Beri label di botol dengan tulisan “Limbah Berbahaya” dan kandungan di botol tersebut termasuk persentase dan kandungan air. Jangan menulis formula kimia atau singkatan karena bisa membingungkan bagi yang tidak mengerti.
  2. Beri keterangan tanggal dimulai dan tanggal kontainer penuh.
  3. Jaga limbah ada di kontainer yang seharusnya dan tutup sepanjang waktu

Limbah zat kimia harus ditempatkan di kontainer yang sesuai dengan jenis zat kimia tersebut dan jaga agar kontainer tersebut tertutup sepanjang waktu kecuali sat menambahkan atau menghilangkan limbah. Jangan meninggalkan kontainer dalam keadaan terbuka.

  1. Memisahkan limbah yang tidak sesuai

Gunakan tempat yang sudah diberi kode untuk memisahkan zat kimia yang tidak sesuai. Terutama pisahkan antara asam dan basa, oxidizers menjauh dari bahan organik, air menjaduh dari bahan yang sensitif dengan air, sianida dari asam, dan asam organik dari asam oxidizers. Gunakan kontainer yang sesuai dengan zat kimia tersebut, misalnya gelas untuk cairan atau poyethylene untuk bahan yang keras. Perlu juga untuk memastikan bahwa tutup dari wadah kontainer limbah tersebut juga tahan terhadap zat kimia yang akan disimpan.

  1. Periksa keadaan limbah seminggu sekali jika diperlukan

Keadaan limbah perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan agar limbah tersebut tersimpan dengan baik sebelum diolah lebih lanjut.

Limbah b3 berbahaya dapat berakibat buruk bagi kesehatan pekerja dan juga lingkungan. Oleh karena itu perlu penanganan dan perhatian khusus dari pihak perusahaan dan para pekerja. Menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dan baju pelindung perlu dipertimbangkan jika limbah zat kimia tersebut memang berbahaya bagi pekerja. Pembuangan limbah yang sembarangan dapat berakibat buruk juga bagi lingkungan dan perusahaan bisa mendapatkan sanksi karena tidak mengolah limbahnya dengan baik. Tentu pengolahan limbah b3 berbahaya ini memerlukan biaya dan tenaga tambahan namun itu sebanding dengan kesehatan dan keselamatan pekerja serta lingkungan.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 144 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.