Pencegahan Bahaya Radiasi Sinar Ultraviolet

radiasi sinar ultraviolet

Secara umum kita sudah mengetahui bahwa paparan sinar ultraviolet dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Namun mungkin tak sedikit yang menganggap bahwa sinar ultraviolet hanya berasal dari matahari saja. Sinar ultraviolet sebenarnya dapat bersumber dari phototherapy, solarium, fluorescent, cahaya neon dan halogen, las, lampu UVR, laser ultraviolet, dan lain-lain. Sinar ultraviolet dari matahari merupakan spektrum elektromagnetik yang terdiri dari tiga panjang gelombang yaitu UVA, UVB, dan UVC. Semua radiasi UVC dan UVB diserap oleh atmosfer, sedangkan UVA dan 10% dari UVB mencapai permukaan bumi. Keduanya diketahui sebagai penyebab sel kanker.

Terpapar sinar ultraviolet diketahui dapat menyebabkan penurunan kesehatan pada kulit, mata dan sistem imun. Kanker kulit merupakan efek terburuk dari sinar ultraviolet matahari. Kerusakan pada mata juga menjadi salah satu dampak buruk dari ultraviolet, contohnya adalah photokeratitis dan photoconjuctivitis. Photokeratitis merupakan peradangan yang terjadi pada kornea dan isir sedangkan photoconjuctivitis merupakan peradangan pada conjunctiva, membran di dalam lipatan mata dan bagian putih pada mata.

Berhubungan dengan keselamatan kerja, maka hierarki kontrol yang dilakukan untuk mengatasi risiko radiasi sinar ultraviolet yaitu:

  1. Mengeliminasi risiko

Ini berarti menghilangkan sumber masalah dari tempat kerja. Ini merupakan kontrol yang paling efektif dan perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan lainnya. Contohnya yaitu mengeliminasi risiko radiasi sinar ultraviolet dengan membuat pekerjaan berada di dalam ruangan atau indoor. Jika mengeliminasi risiko tidak mungkin dipraktikkan maka perlu mempertimbangkan substitusinya, isolasi atau kontrol teknis, atau kombinasinya untuk meminimalkan risiko.

  1. Meminimalkan risiko
  • Substitusi

Meniminalkan risiko dengan cara substitusi atau memindah bahaya dengan yang lebih aman, contohnya memindahkan waktu kerja dari pagi hari ke sore atau malam hari saat risiko radiasi sinar ultraviolet lebih rendah.

  • Isolasi

Meminimalkan risiko dengan mengisolasi atau memisahkan bahaya kerja dari orang-orang.

  • Kontrol teknis

Meminimalkan risiko bisa dilakukan dengan melakukan kontrol dengan alat tertentu misalnya dangan menginstal pelindung matahari.

Jika kemudian ada risiko yang tersisa maka harus meminimalkan risiko tersebut sejauh dapat dilakukan pada pekerja dengan menggunakan kontrol administrasi. Kontrol ini bisa dilakukan jika jenis kontrol yang lebih tinggi tingkatannya tidak dapat dipraktikkan di lapangan. Metode ini didesain untuk meminimalkan terkena bahaya, misalnya yaitu dengan rotasi pekerjaan dan tugas yang bervariasi. Risiko yang tersisa lainnya harus diminalkan, sejauh itu dapat dipraktikkan dengan menyediakan dan memastikan penggunaan dari alat pelindung diri. Alat pelindung diri merupakan jenis kontrol yang berada di tingkat paling bawah dalam tingkatan kontrol. Alat pelindung diri ini dipertimbangkan jika jenis kontrol lainnya tidak dapat dipraktikkan atau untuk meningkatkan perlindungan diri dari bahaya. Contoh dari alat pelindung diri dari ultraviolet adalah baju pelindung dari matahari, sunglasses, topi, dan lain-lain.

  1. Kombinasi kontrol

Di banyak kasus, dilakukan kombinasi cara untuk meminimalkan risiko yang terjadi sampai ke kontrol terbawah. Misalnya saja menggunakan kontrol teknis dengan membuat atap pelindung bersama dengan para pekerja menggunakan alat pelindung diri.

Beberapa peralatan yang bisa digunakan untuk melindungi pekerja dari bahaya sinar ultraviolet antara lain:

  1. Tempat bernaung

Tempat bernaung merupakan bentuk paling efektif yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari. Tempat berteduh tersebut dapat berupa struktur permanen seperti bangunan atau pohon, dan bisa juga berupa struktur portabel seperti kanopi, tenda, dan tabir.

  1. Alat pelindung diri dari sinar ultraviolet

Beberapa alat pelindung diri yang bisa digunakan untuk melindungi diri dari sinar ultraviolet yaitu:

  • Pakaian pelindung dari sinar matahari

Melindungi kulit dari sinar matahari bisa menggunakan pakaian yang memang dapat melindungi diri dari sinar ultraviolet. Perlu diperhatikan jenis kain yang dipakai, warna, dan kondisi yang dapat berdampak pada penyerapan sinar ultraviolet. Desain pakaian tersebut juga harus dapat menutupi kulit tubuh secara keseluruhan mulai dari celanan panjang, baju dengan kerah dan lengan panjang. Ada juga yang memberikan rating UPF. Semakin tinggi UPF rating maka semakin besar perlindungan yang diberikan untuk paparan sinar ultraviolet

  • Topi pelindung dari sinar matahari

Topi pelindung dapat menutupi wajah, kepala, telinga, dan leher penggunanya. Proteksi secara keseluruhan tergantung dari material topi dan desain dari topi tersebut. Saat memilih topi pelindung untuk pekerja outdoor maka perlu mempertimbangkan rating UPF, lebar dan kedalaman topi, dan pelindung untuk leher.

  • Sunglasses

Sunglasses dapat melindung mata tergantung pada kualitas dari lensa dan desain dari kacamata tersebut. Sunglasses tidak boleh digunakan saat berkendara karena gelap. Jika pekerja menggunakan kendaraan maka lihat deskripsi label untuk memastikan apakah sunglasses tersebut cocok untuk berkendara.

  • Tabir surya

Tabir surya harus selalu dgunakan bersama dengan pelindung matahari lainnya. Meskipun demikian perlu dipahami bahwa tidak ada tabir surya yang menjamin perlindungan 100% dari sinar ultraviolet. Tabir surya memiliki SPF atau sun protection factor. Rating SPF mengindikasikan bagaimana tabir surya tersebut melindungi kulit melawan sinar ultraviolet.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 179 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.