Perbedaan Leading dan Lagging Indicator dalam K3

lagging leading indicator

Bagaimana cara mengukur tingkat keberhasilan penerapan K3 di suatu perusahaan ? Kenapa kita perlu melakukan pengukuran terhadap kinerja K3 ? Pengukuran kinerja HSE adalah untuk menyiapkan sistem pencatatan yang benar, sehingga Manajemen dapat memperbaiki kinerja HSE Perusahaan dengan cara sistematik sekaligus mengukur keberhasilannya.

Dalam dunia K3 kita pasti sudah pernah mendengar istilah leading dan lagging indicator atau biasa juga disebut indicator awal dan indicator akhir. Bagi para professional K3 yang sudah ikut training K3 Migas sudah pasti mengerti apa yang dimaksud dengan indicator ini. Apakah perbedaan antara Lagging dan Leading Indicator ? Lagging indicator lebih fokus kepada kecelakaan kerja, sedangkan leading indicator itu lebih kepada HSE proses. Para professional K3 akan melakukan tindakan semaksimal mungkin agar indikator kecelakaan tersebut selalu dalam posisi 0. Namun, indikator kecelakaan tersebut tidak mencerminkan seberapa baik aktivitas pencegahan kecelakaan kerja yang kita lakukan, indikator tersebut hanya memberi tahu kita seberapa banyak orang yang luka dan seberapa parah.

Sedangkan leading indicator atau indikator awal adalah menunjukkan seberapa banyak tindakan pencegahan yang kita lakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan. Contoh-contoh indikator awal yang dapat diterapkan dalam keselamatan kerja adalah sebagai berikut:

  1. STOP / Safety Observation: periksa apakah semua karyawan melakukan observasi terhadap bahaya di lingkungan kerja, apakah ada form yang harus diisi oleh setiap pekerja dalam melakukan observasi ?
  2. HSE Mandatory Training: periksa apakah semua karyawan baru terlebih dahulu mendapatkan HSE mandatory training ? apakah setiap visitor juga harus ikut induction sebelum masuk ke site ?
  3. Project HSE Induction: apakah setiap orang yang bergabung di project diberikan Project HSE induction terlebih dahulu ?
  4. Management Site Visit: apakah team manajemen melakukan site visit secara periodic ?
  5. HSE Management Walkthrough: apakah team manajemen dan HSE personnel melakukan walkthrough atau walkabout secara periodik ?
  6. Risk Assessment / JSA development: apakah selalu dilakukan review dan update terhadap risk assessment atau JSA yang ada di lapangan ?
  7. Tool Box Talk: apakah dilakukan tool box talk oleh setiap grup pekerja sebelum melakukan pekerjaan di area masing-masing ?
  8. Emergency Drill : apakah dilakukan pelatihan tanggap darurat ?
  9. HSE Inspection: apakah dilakukan program HSE inspection harian dan mingguan ?
  10. HSE Audit: apakah dilakukan HSE audit setiap 3 bulan ?
  11. PPE Compliance: apakah semua karyawan mematuhi penggunaan APD yang dipersyaratkan ?
  12. Medical Check Up Compliance: apakah semua karyawan sudah melakukan pre-medical check up sebelum dihire oleh perusahaan dan melakukan annual medical check up secara berkala ?
  13. HSE Recognition Program: apakah ada program pemberian hadiah / reward kepada setiap pekerja dengan best hse performance ?
  14. HSE Lesson Learnt Sharing: apakah ada dilakukan sharing lesson learnt terhadap kecelakaan-kecelakaan sebelumnya yang pernah terjadi ?
  15. HSE Committee Meeting: apakah dilakukan HSE committee meeting 1 x dalam setiap bulan ?
  16. HSE Internal Meeting: apakah dilakukan HSE internal meeting minimal 1 x dalam seminggu ?
  17. HSE Forum Meeting: apakah ada forum HSE meeting ?
  18. Dan lain –lain.

Sementara yang termasuk ke dalam indikator akhir atau Lagging Indicator adalah sebagai berikut:

  • Cost
  • LTI Freq. Rate
  • Recordable & Reportable FR
  • Recordable & Reportable SR
  • Emission Rate
  • of Regulatory Violations
  • of Unplanned Shutdowns
  • of Non-conformity
  • Dan lain-lain

Dalam bahasa yang mudah dipahami, indikator awal ini adalah hal-hal positif yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Sedangkan indikator akhir adalah hal-hal negatif yang tidak kita inginkan terjadi di tempat kerja.

Demikian penjelasan perbedaan leading dan lagging indicator yang dikumpulkan oleh MediaK3 dari berbagai sumber.

Semoga bermanfaat.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 133 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.