Prinsip Menegur Dalam Inspeksi Keselamatan Kerja

prinsip menegur dalam inspeksi keselamatan kerja
image via epocanegocios.globo.com

prinsip menegur dalam inspeksi keselamatan kerja – Dalam dunia kerja, pasti ada kesalahan yang sering dilakukan oleh para pekerja yang mengharuskan pihak ahli memberikan teguran demi memecahkan masalah tersebut. Dalam memberikan teguran tidaklah sembarangan, kecuali Anda menyampaikan atas nama pribadi. Karena harus berdasarkan prinsip menegur dalam inspeksi keselamatan kerja oleh mereka yang diberi tanggung jawab. Jika dicontohkan Anda sebagai seorang profesional atau ahli dalam bidang safety K3 pasti sering berhadapan dengan pekerja yang mengalami keadaan tidak aman dari rekan kantor di tempat kita bekerja. Namun, perkara di sini adalah jika Anda masih baru dan akan segera menghadapi masalah semacam ini. Ternyata ada tips, cara, dan tata kerja yang sudah diatur sedemikian rupa dan harus Anda patuhi.

Anda harus mencegah hal yang awalnya niat baik ingin memberikan teguran demi keselamatan kerja pekerja tersebut agar tidak sampai disalah pahami. Karena, jika nanti Anda salah dalam menegur bisa membuat kemarahan dia kepada kita. Dia bisa saja merasa seperti diatur dan diawasi, padahal ia bekerja yang tujuan akhirnya ingin dibayar oleh perusahaan. Mungkin pula ada pekerja yang tidak suka urusan kerjanya dicampuri oleh Anda. Maka oleh itu, Anda harus memperhatikan tata krama yang satu ini, salah satunya bisa dengan memberitahu atau memperkenalkan diri Anda kepada mereka. Sekaligus, Anda memberikan rincian mengenai pekerjaan Anda itu seperti apa. Karena sudah banyak kasus seperti ini yang malah berujung pada proses pengunduran diri. Mereka tidak sanggup lagi menghadapi masalah yang serupa dan selalu itu-itu saja.

Prinsip Menegur Yang Harus Diperhatikan

Berikut ini akan dipaparkan cara yang bisa Anda aplikasikan sebagai prinsip menegur dalam inspeksi keselamatan kerja:

–       Menyapa namanya terlebih dahulu

Daripada Anda langsung menegurnya dengan ucapan sapa dan tanya, lebih baik cari tahu dulu namanya agar nanti Anda bisa memanggil namanya. Nama merupakan lagu terindah bagi setiap orang yang menjadi karakter dan identitas dirinya. Buat ia merasa ketika Anda mengetahui namanya berarti ia menganggap Anda sudah mencari tahu tentang dirinya.

–       Hindari menyalahkan pekerja

Sebelum Anda langsung menegurnya, ada baiknya Anda menanyakan lebih jauh mengenai masalah apa yang dia alami dengan pekerja lain. Atau agar suasana bisa lebih tenang, ajak pekerja tersebut mengobrol lebih santai dan tidak sedang dalam keadaan bekerja. Karena biasanya saat bekerja, emosi seseorang lebih meningkat. Karena posisi seorang profesional K3 bukanlah polisi atau hakim yang bebas menjatuhkan hukuman atas kesalahan. Pastikan Anda tidak membuat pekerja merasa tidak nyaman lagi bekerja di perusahaan tersebut.

–       Mengajukan pertanyaan yang tepat

Dalam membangun komunikasi, Anda  tidak dibolehkan untuk memberikan pernyataan dan pendapat sebelah pihak saja. Melainkan harus mendengarkan juga pernyataan pihak lawan bicara, salah satu caranya bisa dengan mengajukan pertanyaan agar jawaban pun lebih spesifik. Untuk kasus budaya K3, coba Anda ajukan pertanyaan mengenai risiko yang terjadi akibat mengabaikan K3. Anda biarkan mereka menjawab sendiri sekaligus memberikan teguran halus kepada mereka. Jika reaksi yang diberikan tidak sesuai harapan, Anda boleh membiarkan pekerja tersebut mengakhiri obrolan pada hari itu. Berikan ia kesempatan jika memang kesalahan yang diperbuat tidak begitu besar.

–       Berikan fakta

Untuk membuat mereka tidak bisa mengelak, Anda bisa membawakan data seperti gambar, grafik, tabel, atau sekaligus video yang memang menggambarkan kecelakaan kerja yang terjadi karena tindakan tidak aman yang mereka lakukan. Karena ada sebagian orang yang merasa tersentuh dan sadar dengan hal semacam ini. Anda juga bisa mengaitkan masalah tersebut dengan keluarga mereka agar mereka juga bisa lebih memperhatikan tujuan akhir dari kerja.

–       Ingatkan tentang keluarga

Setiap orang bekerja mencari nafkah memiliki tujuan akhir yaitu untuk membiaya hidup keluarga dan ingin membahagiakan mereka. Maka, jika ada pekerja yang susah sekali untuk diberikan nasihat dan masukan coba untuk ingatkan mereka kepada keluarga di rumah. Singgung masalah orang yang mereka cintai yang sedang mengharapkan untuk segara pulang dalam keadaan selamat. Dijamin hal ini akan sangat ampuh untuk mereka yang keras kepala dan kehabisan ide untuk membuat mereka menerapkan budaya K3.

Dari beberapa gambaran mengenai prinsip menegur dalam inspeksi keselamatan kerja yang diharapkan bermanfaat bagi Anda.

Sumber: katigaku.top

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 179 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.