Prosedur Evakuasi Gempa Bumi

prosedur evakuasi gempa bumi
Image via satuharapan.com

Prosedur gempa harus dijalankan secara sistematis, sehingga bisa mengurangi korban jiwa. Gempa tektonis adalah jenis gempa yang sering dialami masyarakat di Indonesia. Kondisi ini diakibatkan oleh pergeseran kerak atau lempeng bumi yang keras, sehingga berubah lunak dan bisa bergerak. Sejumlah peristiwa gempa besar sering menimpa, seperti di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya pada 26 Mei 2006 silam. Ratusan ribu orang meninggal dalam bencana alam tersebut. Agar bisa meminimalisir korban jiwa, bagaimana prosedur evakuasi saat terjadi gempa bumi?

 

Gempa bumi terjadi saat di dalam rumah

Bencana alam seperti gempa bumi tidak bisa diprediksi, sehingga bisa terjadi kapan saja. Saat peristiwa ini terjadi usahakan tidak panik dan tetap tenang, dimanapun Anda berada salah satunya saat berada di dalam rumah. Bangunan seperti rumah memang sangat rentan roboh saat terkena gempa bumi. Sehingga sangat berbahaya bagi orang yang berada di dalamnya. Saat dalam kondisi ini, Anda dan penghuni rumah lainnya tidak perlu langsung berlarian keluar rumah.

Sangat disarankan untuk berlindung di bawah meja atau lemari yang dianggap sangat kuat. Kemudian melindungi daerah kepala memakai tangan, bantal atau benda lainnya yang bisa melindunginya dari bahaya kejatuhan berbagai benda keras dan berbahaya, seperti genteng, asbes, jam dinding, furnitur dan sebagainya. Sehingga daerah kepala yang sangat vital bisa lebih terlindungi dari resiko benturan keras atau bahkan mengalami luka tertentu. Agar meningkatkan keselamatan, sangat penting untuk selalu memperhatikan Prosedur gempa.

Getaran akibat gempa bumi pada umumnya tidak akan berlangsung lama. Karena biasanya hanya berlangsung beberapa detik saja. Meskipun dengan waktu yang singkat tersebut, bisa merobohkan rumah, bangunan tinggi, merusak jalan dan berbagai kerusakan parah lainnya. Setelah getaran berhenti, segera mematikan kompor kalau masih menyala dan juga mencabut seluruh aliran listrik.

Kemudian Anda bisa mencari jalan atau pintu keluar, karena bisa saja terjadi gempa susulan. Setelah Anda berada di luar rumah, sangat disarankan tidak berdiri di bawah bangunan apapun. Karena berbagai bangunan sangat beresiko mengalami runtuh, meskipun bangunan tersebut terlihat sangat kokoh. Anda bisa saja tertimpa kaca, batu bata, plafon, atap dan benda keras lainnya.

Sebaiknya mencari tempat yang lebih aman yaitu kawasan terbuka, dengan menjauhi papan reklame, pohon, tiang telepon, tiang listrik dan sebagainya. Karena berbagai benda tersebut bisa saja jatuh kapan saja. Kalau terlihat ada titik api, segera berusaha untuk mematikannya. Sehingga sumber api itu tidak merembet benda lain dan mengakibatkan kebakaran.

 

Gempa bumi terjadi saat di dalam gedung bertingkat

Saat gempa bumi terjadi, Anda mungkin sedang menjalankan aktivitas pekerjaan di gedung bertingkat. Saat bencana alam ini terjadi, segera berlindung di dalam lemari atau di bawah meja yang kuat. Bisa juga mendekati tiang konstruksi atau di depan pintu lift. Karena secara umum daerah tersebut mempunyai konstruksi yang lebih kuat, sehingga terbilang lebih aman. Sangat penting untuk menjauh dari jendela kantor, karena kaca jendela rentan pecah.

Sangat tidak direkomendasikan memakai lift atau tangga darurat untuk menuruni gedung. Sebagai prosedur gempa yang aman. Karena aliran listrik bisa saja terputus kapan saja, sehingga bisa terjebak di dalam lift. Sedangkan tangga darurat dirancang untuk evakuasi bencana kebakaran bukan untuk kasus gempa bumi. Karena biasanya tangga darurat tidak dibuat sangat kokoh untuk menahan gempa bumi. Saat Anda menuruninya bisa saja tangga darurat tersebut rusak.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 132 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*