Prosedur Keselamatan Kerja Pengoperasian Forklift

prosedur keselamatan kerja pengoperasian forklift
Image via mandirimahadaya.com

Prosedur keselamatan kerja pengoperasian forklift – Pengoperasian forklift menjadi perhatian banyak pihak. Sebab penggunaan forklift di banyak industri cukup besar dan vital. Namun ternyata, hal miris juga terjadi. Sebab dari data yang dihimpun, fakta menunjukkan kecelakaan yang berhubungan dengan penggunaan forklift masih cukup tinggi.

Menurut data, forklift telah menyebabkan sekitar 85 korban jiwa setahun, dan hampir 35 ribu kecelakaan yang mengakibatkan cedera serius. Belum lagi sekitar 61 ribu kecelakaan yang mengakibatkan cedera tidak serius. Angka itu dihimpun oleh OSHA yang meneliti di Amerika Serikat dimana terdapat sekitar 855.000 forklift di negara Paman Sam itu.

Bagaimana di Indonesia? Meski belum ada angka pasti, namun diyakini kecelakaan kerja akibat forklift juga memprihatinkan. Mengingat semakin banyaknya industri yang menggunakan alat ini untuk memperlancar proses pekerjaannya.

Lalu apa yang menyebabkan terjadinya kecelakaan forklift? Mungkin kita jadi bertanya-tanya apakah pekerja yang mengoperasikan forklift ini belum dilatih dengan benar mengenai cara mengoperasikan forklift, atau mereka tidak mengikuti prosedur yang benar cara mengoperasikan forklift?

Pertanyaan ini tentu menjadi perhatian bersama agar kita semua bisa ikut membantu menurunkan tingkat kecelakaan yang terjadi akibat forklift. Nah, menurut data, jenis kecelakaan forklift adalah berikut ini:

– 42% kecelakaan karena forklift tergelincir

– 25% kecelakaan karena forklift menabrak benda lain

– 11% kecelakaan karena tabrakan dua forklift.

– 10% kecelakaan karena ditabrak forklift

– 8% kecelakaan benda jatuh dari forklift

– 4% kecelakaan karena jatuh dari forklift

 

Industri dengan Kecelakaan Forklift Terparah

Ada industri tertentu yang paling sering mengalami kecelakaan forklift. Berikut ini datanya.

– 42,5% kecelakaan terjadi di sektor manufaktur

– 23,8% kecelakaan terjadi di sektor konstruksi

– 12,5% kecelakaan terjadi di industri perdagangan grosir

– 11% kecelakaan terjadi di sektor industri transportasi

– 9% kecelakaan terjadi di sektor perdagangan ritel

– 1,2% terjadi di sektor pertambahan

Nah, seperti yang Anda lihat, kecelakaan yang melibatkan forklift terjadi di hampir semua industri. Bisa Anda bayangkan bahwa hampir semua sektor tak luput dari kejadian ini.

Meski demikian, penggunaan forklift sangat diperlukan. Sebab alat ini mampu mengangkat benda dari satu tempat ke tempat lainnya dengan cepat. Dengan begitu juga mencegah peluang timbulnya cedera pada pekerja jika pekerjaan itu dilakukan secara manual.

Mengidentifikasi Bahaya Forklift

Seperti dilihat dari data statistik di atas, tingkat kecelakaan forklift sangat mengerikan. Namun hal itu sebetulnya dapat diminimalkan jika kita bisa mencegah potensi timbulnya bahaya itu. Berikut ini hal yang yang perlu dipertimbangkan saat hendak menggerakkan forklift

– Kapasitas forklift. Pastikan forklift itu memang sesuai dengan beban yang ingin diangkat. Jangan sampai memaksakan diri mengangkat beban melebihi kapasitasnya. Sebab itu pasti akan membuat forklift tidak bisa berfungsi dengan aman. Lebih baik angkat barang beberapa kali, dari pada hanya sekali namun melebihi kepasitas yang seharusnya.

– Mengenali karakter barang yang diangkat. Apakah beban tersebut berat di atas, berbentuk silinder, atau yang lainnya. Dengan begitu operator forklift dapat memastikan teknik yang digunakan saat mengoperasikan forklift ini memang sesuai.

– Kondisi forklift. Perhatikan kondisi forklift dalam keadaan baik. Cek lebih dulu apakah garpu rusak atau tidak. Cek juga bagaimana kondisi mesin.

– Lihat kondisi jalan. Saat bergerak dari tempat parkir ke tempat barang yang akan diangkat, Anda harus perhatikan suasana sekitar. Anda harus lihat dengan seksama bagaimana bentuk jalan, apakah menaik, menurun, atau ada yang tidak rata. Lihat juga apakah ada orang yang lalu-lalang di sana.

 

Mencegah Terjadinya Kecelakaan Forklift

Kecelakaan forklift ini sangat mungkin dicegah dengan pelatihan forklift yang tepat. Dengan begitu sopir forklift dapat mengemudikan alat ini dengan baik dan aman. Tanpa kemampuan menyetir forklift yang benar, potensi bahaya ini akan mengintai karyawan yang ada di sekitarnya.

Semua operator harus mendapatkan pelatihan keselamatan forklift safety driving sebelum diizinkan untuk mengoperasikan forklift, di Indonesia harus mendapatkan SIO dari Disnaker terlebih dulu.

Dengan memastikan operator forklift memang terlatih, operator ini akan tahu bagaimana cara membawa beban dengan benar. Sehingga forklift pun dapat berjalan dengan stabil tanpa membahayakan diri dan orang di sekitarnya.

Ya, tak ada lain cara, selain memastikan bahwa operator forklift memang sudah teruji dan mahir untuk mengoperasikannya. Tentu selain itu, driver forklift ini harus patuh melaksanakan prosedur keselamatan yang berlaku. Agar peluang terjadinya kecelakaan dapat dihindari.

Bukan itu saja, pengawas juga harus memastikan bahwa operator forklift mengikuti standar pengoperasian forklift dengan benar. Jika ada pelanggaran yang dilakukan, pemberian peringatan sampai sanksi harus dijalankan. Hal ini harus dilakukan demi terciptanya tempat kerja yang aman seperti diinginkan semua orang.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 179 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.