Sindrom Getaran Tangan Lengan atau Hand Arm Vibration Syndrome

image dari templarmedical.co.uk

Jika Anda sering bekerja dengan menggunakan alat-alat yang bergetar, besar kemungkinan Anda mengalami sindrom getaran tangan-lengan. Ya, istilahnya adalah hand-arm vibration syndrome (HAVS) atau bisa juga disebut carpal tunnel syndrome yang berarti kondisi yang disebabkan oleh paparan getaran yang berlebih.

Dalam HSE report diperkirakan terdapat 2 juta pekerja yang beresiko mengalami sindrom getaran tangan-lengan ini. Hal itu terjadi karena lingkup pekerjaannya yang mungkin memang membuat pekerja tersebut mengharuskan menggunakan peralatan yang menimbulkan getaran saat bekerja.

Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai sindrom ini serta bagaimana cara mencegahnya.

 

Apa itu Sindrom Getaran Tangan-Lengan (HAVS)?

Sindrome getaran tangan-lengan atau hand arm vibration syndrome adalah kondisi sakit karena kerusakan saraf, pembuluh darah, otot dan sendi tangan, pergelangan tangan sampai lengan. Pekerja yang bekerja secara terus-menerus dengan menggunakan alat-alat yang menimbulkan getaran sangat berisiko mengalami hal ini. Bahkan bukan tidak mungkin menyebabkan kondisi yang permanen yang berbahaya

Berikut ini gejala awal bagi pekerja yang berpotensi mengalami sindrom getaran tangan-lengan:

– Kesemutan dan mati rasa pada jari-jari

– Hilangnya rasa pada jari-jari

– Kehilangan kekuatan pada bagian tangan

– Dalam keadaan dingin dan basah, ujung jari Anda akan menjadi putih, kemudian merah dan terasa sakit.

 

Jika alat yang bergetar itu terus digunakan, maka gejala-gejalanya mungkin bisa lebih buruk, misalnya:

– mengalami mati rasa permanen pada tangan

– Ketidakmampuan untuk mengambil benda-benda kecil seperti sekrup atau paku

– Getaran pada jari yang menjadi putih lebih sering terasa dan mempengaruhi jari-jari lainnya

 

Siapa yang berisiko mengalami sindrom getaran tangan-lengan?

Pekerja yang berisiko mengalami masalah hand arm vibration syndrome ini adalah yang bekerja dengan menggunakan alat atau mesin yang menghasilkan getaran secara terus-menerus seperti misalnya:

– Alat pemutus beton

– Alat penggiling

– mesin bor

– bor portabel

– gergaji mesin

– dan alat-alat lainnya yang berpotensi menyebabkan getaran

 

Menggunakan alat-alat tersebut sangat berisiko jika dilakukan secara menerus-menerus. Untuk itulah perlu dilakukan cara pencegahan agar potensi bahaya ini dapat dihindari.

Bagaimana cara mengurangi risiko terkena sindrom getaran tangan-lengan?

Menjadi tanggung jawab bersama agar sindrom getaran tangan-lengan ini tidak sampai terjadi. Untuk mengurangi resiko mengalami sindrom ini bisa coba gunakan cara yang lain untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika memang tidak bisa, maka bisa coba lakukan cara berikut ini:

– Coba gunakan alat yang getarannya lebih rendah.

– Periksa alat sebelum digunakan untuk memastikan alat ini bisa berfungsi dengan baik. Sehingga bisa dihindari peningkatan getaran alat yang disebabkan karena tidak normalnya alat yang dipakai.

– Kurangi jumlah waktu menggunakan alat. Bisa caranya dengan sambil melakukan pekerjaan lainnya. Dengan begitu Anda tidak harus terus-menerus menggunakan alat ini.

– Hindari memaksa menggunakan alat yang dipakai melebihi dari yang diperlukan.

– Simpan alat dengan baik sehingga nantinya ketika digunakan dapat berfungsi dengan baik

– Pastikan tangan tetap hangat dan kering supaya dapat mendorong sirkulasi darah dengan baik.

Selain itu, pekerja juga harus belajar untuk mengenali tanda-tanda awal dan gejala sindrom getaran tangan-lengan. Selain itu, secara proaktif pekerja harus melaporkan setiap gejala yang muncul pada perusahaan sehingga bisa segera dilakukan tindakan untuk memeriksakan kesehatan Anda.

 

Lakukan Penilaian Resiko Getaran tangan-Lengan

Perusahaan harus melindungi pekerja dari potensi bahaya getaran di tempat kerja. Untuk itu, perusahaan harus melakukan penilaian resiko serta melakukan identifikasi untuk upaya menghilangkan atau mengurangi risiko dari paparan getaran. Dengan begitu kesehatan karyawan dapat terlindungi dengan baik.

 

Penilaian risiko getaran tangan-lengan yang dilakukan perusahaan ini dilakukan untuk membantu mengendalikan serta membatasi getaran yang dialami pekerja. Untuk itu, perusahaan harus memastikan bahwa:

– langkah-langkah pengendalian untuk mengurangi getaran secara benar telah diterapkan; dan

– menyediakan informasi, pelatihan serta pengawasan kesehatan pekerja.

– selalu meninjau secara teratur untuk mengontrol jangan sampai terjadi perubahan yang membuat paparan getaran yang dialami pekerja meningkat.

Nah, itulah sejumlah langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk mencegah terjadinya sindrom getaran tangan lengan atau hand arm vibration syndrome pada pekerja. Anda bisa coba praktekkan ini di perusahaan tempat Anda bekerja.

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 153 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.