Standar Keselamatan Penggunaan Tangga

keselamatan pengguna tangga
Image via www.safetysign.co.id

Tangga dapat digunakan sebagai alternatif jangka pendek untuk perancah atau sebagai sarana akses ke perancah. Tangga dapat berpotensi menimbulkan bahaya. Jenis bahaya yang umum terjadi saat menggunakan tangga yaitu bahaya tergelincir.

Aturan keselamatan untuk penggunaan tangga adalah sebagai berikut:

  • Selalu menempatkan tangga pada basis/pondasi yang kuat, mengatur sudut dekat 75 derajat.
  • Pastikan proyek tangga dan 1 meter (minimum), di atas tingkat di mana pengguna berada.
  • Jangan bebani tangga di atas kapasitas maksimum.
  • Daerah lalu lintas dipasang barricade di sekitar penggunaan tangga dan kunci barikade atau penjaga pintu di mana tangga ditempatkan.
  • Pastikan bagian atas dan bawah tangga yang bebas dari rintangan.
  • Gunakan rel sisi yang non konduktif untuk pekerjaan listrik.
  • Jangan gunakan bagian paling atas untuk berdiri / melangkah.
  • Jangan berdiri di atas kayu support bracing.
  • Selalu menghadap tangga ketika naik atau turun.
  • Selalu menjaga 3 poin kontak dengan tangga 2 kaki (60,96 cm) / 1 tangan atau 2 tangan / 1 kaki (30,48 cm) harus dalam kontak dengan tangga setiap saat).
  • Gunakan tas pinggang untuk membawa peralatan, gunakan tali untuk mengangkat barang besar atau lebih rendah seperti kotak peralatan atau bahan.
  • Jangan bekerja terlalu berat ke samping.
  • Jangan pernah membiarkan lebih dari satu pekerja di tangga pada saat yang bersamaan.
  • Jangan dirikan pada permukaan miring, condong ke satu sisi atau di sudut curam.
  • Jangan menggunakan tangga untuk digunakan sebagai papan atau jembatan.

Portable Ladder

Jika tangga yang akan digunakan, pastikan:

  • pekerjaan hanya membutuhkan satu tangan untuk digunakan.
  • pekerjaan dapat dicapai tanpa peregangan.
  • tangga bisa diperbaiki untuk mencegah tergelincir.
  • pegangan yang baik tersedia.
  • tangga miring untuk meminimalkan risiko tergelincir keluar, sebagai aturan praktis tangga.
  • puncak tangga bersandar terhadap permukaan padat, tangga tidak harus disandarkan pada bahan yang tidak aman rapuh atau lainnya seperti lembar semen, atau talang plastik.
  • kedua kaki tangga berada pada pijakan yang aman dan tidak bisa tergelincir.
  • Jika tangga panjang lebih dari 3 meter, atau digunakan sebagai cara untuk berpindah dari tempat kerja, itu dijamin agar tidak jatuh.
  • jika tangga tidak bisa diperbaiki, jangan digunakan.
  • tangga dengan ketinggian yang cukup (sekitar 1 m) di atas tempat pendaratan di mana orang dapat turun dengan benar kecuali tersedia pegangan lain yang aman, dan di mana tangga yang digunakan jarak vertikal lebih dari 9 m, daerah pendaratan cocok atau platform yang disediakan.
  • Jangan menggunakan logam atau tangga konduktif dekat garis energi atau peralatan listrik.
  • Ingat “Aturan 3-Point Contact”: Setidaknya dua tangan dan satu kaki, atau dua kaki dan satu tangan, harus kontak dengan tangga setiap saat.
  • tangga pendek tidak akan disambung bersama untuk membuat tangga panjang.

Step Ladder

Step Ladder menyediakan sarana yang berdiri bebas akses, tetapi membutuhkan penggunaan yang hati-hati. Hal ini tidak dirancang untuk penggunaan terbalik. Syarat keselamatan penggunaan tangga harus mempertimbangkan aturan di bawah ini:

  1. stepladders portabel lebih dari 20 kaki (6,1 meter) tidak boleh digunakan.
  2. stepladders harus dilengkapi dengan pengunci perangkat dari ukuran dan kekuatan yang cukup untuk aman memegang bagian depan dan bagian belakang dalam posisi terbuka.

 

Armein Hutagaol
About Armein Hutagaol 179 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.