Tipe Manajer dengan gaya kepemimpinan dalam K3

tipe manajer dengan gaya kepemimpinan dalam k3
Image via training-sdm.com

Saat perusahaan ingin meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja, tak pelak pasti keterlibatan karyawan meupakan salah satu kunci keberhasilan. Untuk itulah penting meningkatkan keterlibatan karyawan sehingga dapat terjadi hubungan yang positif antara pengusaha dan pekerja.

Berikut ini akan dibahas mengenai jenis manajer di tempat kerja sesuai dengan gaya kepemimpinan. Anda bisa pelajari termasuk yang manakah diri Anda.

  1. Manajer Tipe Otokratik

Manajer tipe ini sering dikenal menerapkan gaya kepemimpinan dengan manajemen ‘otokratik’. Dengan begitu, manajer sering menjadi pengambil keputusan tunggal. Manajer membuat keputusan berdasarkan penilaian mereka sendiri dan jarang menerima saran dari orang lain.

Memang tipa manajer yang satu ini akan sangat menguntungkan. Terutama ketika membutuhkan keputusan yang cepat. Sehingga eksekusi kebijakan pun bisa langsung dilaksanakan. Manajer jenis ini juga sangat diperlukan ketika perusahaan berhadapan stake-holder yang luas. Manajer dengan kepemimpinan yang kuat ini bisa membuat roda perusahaan berjalan dengan cepat dan efisien.

Namun, ada kelemahan dari gaya kepemimpinan yang satu ini. Karyawan atau staf mungkin akan melihat manajer berada jauh di atas sana dan tidak melihat kondisi atau realitas yang ada di lapangan. Kelemahan lainnya, karyawan menjadi sangat bergantung pada keputusan manajer sehingga tidak mampu berbuat jika tidak ada arahan.

  1. Manajer Tipe Orang Tua

Ada juga jenis manajer yang dikenal bergaya bergaya seperti orang tua. Dalam gaya manajemen ini, komunikasi masih berasal dari atas ke bawah. Meski demikian, gaya manajemen ini masih lebih mending dibanding sebelumnya. Sebab manajer masih akan mendengarkan masukan atau pertimbangan dari karyawan walaupun hal itu mungkin tidak akan dilaksanakan. Misalkan saja manajer butuh waktu untuk dapat menjelaskan keputusan yang diambilnya agar mendapat dukungan dari karyawan. Dengan begitu, karyawan merasa dilibatkan sambil tetap mempertahankan batas hubungan antara manajer dan staf.

Keuntungan jika ada manajer tipe ini di tempat kerja adalah:

– memastikan karyawan merasa dihargai

– membantu meningkatkan semangat dan loyalitas karyawan

– mengurangi stres yang berhubungan dengan pekerjaan.

Dengan begitu perusahaan dianggap lebih baik dalam memperlakukan karyawan. Sekaligus perusahaan dapat melakukan pengawasan yang lebih baik untuk meninjau kebijakan dan prosedur kesehatan dan keselamatan untuk memastikan karyawan tidak terkena risiko di tempat kerja.

Namun tetap ada kelemahan dari gaya manajemen ini, salah satunya adalah dapat meningkatkan ketergantungan kerja, yang berarti juga menghambat kreativitas dalam perusahaan.

  1. Manajer Tipe Terbuka

Jenis manajer yang ini dikenal dengan gaya kepemimpinan yang ‘diplomatik’. Manajer sangat terbuka pada pendapat karyawan. Sehingga kemudian pembuatan keputusan berlangsung dalam proses yang panjang

Pada gaya manajemen ini, berguna untuk meningkatkan semangat staf serta meningkatkan loyalitas. Hal ini sangat baik diterapkan untuk bidang tertentu dimana mana keahlian dan saran khusus sangat diperlukan, misalnya di bidang kesehatan dan keselamatan kerja.

Walau demikian, jenis manajemen seperti ini kadang menyebabkan kebingungan. Sebab bisa membuat organisasi perusahaan berjalan lambat atau malah tanpa kendali. Khususnya ketika keputusan penting sangat diperlukan. Kelemahan lainnya, bisa juga membuat beberapa karyawan merasa terpinggirkan terutama jika pendapat mereka tidak diambil karena tidak sesuai keputusan mayoritas karyawan.

Seperti yang Anda mungkin sudah duga, memang tidak ada manajer yang sama persis gayanya. Tapi paling tidak gambaran yang disampaikan ini bisa mewakili gaya manajemen yang ada. Memang setiap kondisi dan situasi mungkin membutuhkan cara manajemen yang berbeda. Karena itulah kemudian tidak ada jenis manajer yang terbaik. Semuanya tergantung situasi dan kondisi yang ada.

Kaitannya dengan K3, memang dibutuhkan manajer yang mampu menampung aspirasi dan masukan dari karyawan. namun tidak hanya itu, manajer juga harus bisa bertindak tepat dan cepat. Agar persoalan K3 yang muncul bisa cepat dapat ditangani.

Karena itulah dibutuhkan manajer yang mampu memadukan antara keluwesan dalam berhubungan dengan karyawan, tegas dalam menangani pelanggaran K3, sekaligus mampu membuat kebijakan dengan cepat. Dengan demikian, keselamatan dan kesehatan karyawan diharapkan dapat meningkat pesat. Sebab gaya manajemen yang efektif saat ini dibangun atas dasar rasa percaya, sikap menghormati, dan adanya kerjasama.

Iklan Sponsor

iklan mediak3
About Armein Hutagaol 198 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*