Gangguan pendengaran akibat kebisingan pada tenaga kerja

gangguan pendengaran akibat kebisingan pada tenaga kerja
Image via hellosehat.com

gangguan pendengaran akibat bising pada tenaga kerja – Satu dari 10 orang Amerika mengalami gangguan pendengaran sehingga berefek pada kemampuannya mendengarkan pembicaraan normal. Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh usia adalah hal yang biasa terjadi, selain itu ada juga yang disebabkan oleh kebisingan. Kebisingan tersebut biasa terjadi di tempat kerja atau lingkungan dekat industri yang menjadi sumber kebisingan. Paparan suara kebisingan yang terlalu sering dapat menyebabkan kerusakan pendengaran dan ini penting untuk mengerti efek dari kebisingan tersebut, terutama jika kebisingan tersebut tidak dapat terhindarkan.

Apa yang menyebabkan gangguan pendengaran?

Telinga memiliki tiga bagian utama, yaitu bagian luar, tengah, dan bagian dalam. Bagian luar telingga, yaitu bagian yang dapat kita lihat terbuka menuju kanal telinga. Gendang telinga terpisah dari kanal telinga dari telinga bagian tengah. Tulang kecil di bagian tengah telinga akan membantu mentransfer vibrasi sura pada bagian dalam telinga. Di sini, vibrasi disalurkan ke syaraf otak yang kemudian mengintepretasikan suara tersebut menjadi musik, pintu yang ditutup, suara manusia, dan lain-lain.

Saat kebisingan menjadi terlalu keras, maka dapat membunuh syaraf akhir di bagian dalam telinga. Kebisingan yang menyebabkan kerusakan tersebut merupakan kebisingan yang terlalu lama dan terlalu keras didengar oleh menusia. Kerusakan pada bagian syaraf telinga tersebut terjadi secara permanen. Semakin lama mendengar kebisingan yang tak bisa ditoleransi maka semakin rusak syaraf tersebut. Juga, semakin dekat telinga dari sumber kebisingan, maka akan semakin merusak.

Bagaimana untuk menentukan bahwa sebuah suara kebisingan tersebut berbahaya?

Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda pada kebisingan. Suara kebisingan tersebut bisa mengganggu suara lainnya, misalnya jika orang lain harus berteriak untuk dapat kita dengarkan dari jarak satu lengan. Jika kebisingan tersebut menyakiti telinga, maka telinga dapat berdenging atau kita dapat mengalami kesulit mendengaran selama beberapa jam setelah terpapar kebisingan. Kebisingan dikategorikan dengan intensitas dan diukur dalam desibel, pitch diukur dalam hertz atau kilohertz.

Dapatkah kebisingan berdampak lebih dari pendengaran?

Telinga yang berdenging disebut “tinitus” yang biasa terjadi setelah terpapar kebisingan dan sering menjadi permanen. Beberapa orang bereaksi pada kebisingan keras berupa kegelisahan dan merasa terganggu, meningkatkan tekanan darah dan detak jantung atau meningkatkan asam pada lambung. Terlalu kerasnya suara dapat mengurangi efisiensi dalam melakukan pekerjaan yang sulit karena akan terdistraksi oleh suara bising tersebut.

Bagaimana cara melindungi diri dari kebisingan?

Perlu mengenakan pelindung telinga, terutama jika harus bekerja di lingkungan yang bising. Pekerja harus menggunakan pelindung tersebut saat akan menggunakan mesin, peralatan pertanian yang bising, firearms, mengendarai motor atau mobil saju. Pelindung pendengaran dapat dibagi menjadi dua yaitu earplugs dan earmuffs.

  • Earplugs merupakan pelindung kecil yang dapat dimasukkan ke dalam bagian luar kanal telinga. Mereka harus masuk dengan tepat sehingga seluruh lubang dapat ditutup. Earplugs yang kotor, tidak pas ukurannya dan tidak digunakan dengan benar dapat menyebabkan iritasi pada kanal telinga. Earplugs tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran agar dapat cocok untuk telinga setiap individu. Bagi orang yang mengalami kesulitan memasukkan earplugs ke telinga, plugs tersebut dapat ditempatkan di headband.
  • Earmuff merupakan pelindung yang menutupi seluruh bagian luar telinga sehingga seluruh lubang dapat tertutup, dan mereka ditempatkan pada band yang ditambahkan.

Apakah akan tetap bisa mendengar orang lain dan masalah mesih jika menggunakan alat pelindung pendengaran?

Sama seperti sunglasses yang akan membantu penglihatan pada cahaya yang terang, jadi pelindung pendengaran akan membantu pemakai untuk mendengar di tempat yang bising. Bahkan pada tempat yang sunyi, pemakai yang pendengarannya normal akan mampu untuk memahami percakapan biasa.

Memakai pelindung pendengaran akan mengurangi efek dari kebisingan yang ada di sekitar pemakai. Jadi ini sangat perlu digunakan bagi para pekerja yang berada di tempat-tempat bising. Beberapa kalangan mendebatkan bahwa pelindung pendengaran dapat mengurangi kemampuan pekerja untuk mendengar suara mesin yang rusak. Namun kebanyakan pekerja menyatakan bahwa mereka masih dapat mendeteksi jika memang terjadi permasalahan. Jika seorang pekerja memang memiliki gangguan pendengaran, maka perlu saran dari ahli tentang bagaimana mencegah kerusakan pendengaran di tempat kerja yang bising. Di beberapa kasus, alat bantu pendengaran dapat digunakan bersama dengan alat pelindung pendengaran.

 

Kebisingan (Noes) adalah suara yang tidak dikehendaki. Menurut Wall (1979) , kebisingan adalah suara yang mengganggu. Sedangkan menurut Kep-Men-48/MEN.LH/11/1996, kebisingan aalah bunyi yang tidak dinginkan suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan, termasuk ternak, satwa, dan sitem alam.

 

Pengukuran kebisingan bertujuan untuk membandingkan hasil pengukuran pada suatu saat dengan standar atau Nilai Ambang Batas (NAB) yang telah ditetapkan.

Pengukuran yang ditunjukan hanya sekedar untuk mengendalikan terhadap lingkungan kerja dilaksanakan di tempat di mana pekerja menghabiskan waktu kerjanya serta dilaksanakan pada waktu pagi, siang, dan sore hari.

Alat yang digunakan untuk pengukuran intensitas kebisingan adalah Sound Level Meter (SLM) yang mempunyai beberapa jenis antara lain :

  1. Precision Sound Level Meter
  2. General Purpose Sound Level Meter
  3. Survey Sound Level Meter
  4. Special Purpose Sound Level Meter

 

Berdasarkan teknik pelaksanaannya, pegendalian bising dibedakan dalam riga cara :

  1. Pengendalian pada sumber

Beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam cara ini adalah sebagai berikut :

  • Meredam bising/ getaran yang ada
  • Mengurangi luas permukaan yang bergetar
  • Mengatur kembali tempat sumber
  • Mengatur waktu operasi mesin
  • Pengecilan atau pengurangan volume
  • Pembatasan jenis dan jumlah lalu lintas dan lainnya
  1. Pengendalian pada media bising

Langkah-langkah yang bisa dilakukan dengan cara ini adalah sebagai berikut :

  • Memperbesar jarak sumber bising dengan pekerjaan atau pemukiman
  • Memasang peredam suara pada dinding dan langit-langit
  • Membuat ruang kontrol agar dapat dipergunakan mengontrol pekerjaan dari ruang terpisah
  • Bila sumber bising adalah lalulinas, bisa dilakukan pembatasan jalan dengan rumah/ gedung/ rumah sakit, dan lain-lain
  1. Pengendalian pada penerimaan

Pengendalian dengan cara ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :

  • Memberi alat pelindung diri sepertiear plug, ear muff, dan helmet
  • Memberikan latihan dan pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja, khususnya tentang kebisingan dan pengaruhnya.

 

Nilai Ambang Batas Tingkat Kebisingan

Nilai ambang Batas Kebisingan adalah dalam level 85 dB yang dianggap aman untuk sebagian besar tenaga kerja bila bekerja 8 jam/hari atau 40 jam/minggu. Nilai Ambang Batas untuk kebisingan di tempat kerja adalah intensitas tertinggi dan merupakan rata-rata yang masih dapat diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan hilangnya daya dengar yang tetap untuk waktu terus-menerus tidak lebih dari dari 8 jam sehari atau 40 jam seminggunya. Waktu maksimum bekerja dengan tingkat kebisingan maksimal digambarkan pada tabel dibawah ini:

No. TINGKAT KEBISINGAN (dBA) PEMAPARAN HARIAN
1.   85   8 jam
2.   88   4 jam
3.   91   2 jam
4.   94   1 jam
5.   97   30 menit
6.   100   15 menit

 

Demikian pembahasan tentang gangguan pendengaran akibat suara bising yang dirangkum oleh mediak3 dari berbagai sumber.

 

Iklan Sponsor

iklan mediak3
About Armein Hutagaol 198 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*