Bahaya Konsumsi Alkohol dan Narkoba bagi Karyawan

bahaya konsumsi alkohol dan narkoba bagi karyawan
Image via lifeandstyle.mx

bahaya konsumsi alkohol dan narkoba bagi karyawan – Penggunaan alkohol dan narkoba oleh karyawan bukan hanya menempatkan karyawan pada risiko, namun juga dapat membahayakan karyawan lainnya serta lingkungan kerja. Dalam artikel kali ini akan dibahas apa saja yang menyebabkan peningkatan penggunaan alkohol dan narkoba oleh karyawan. Sekaligus bagaimana agar hal ini dapat dicegah supaya tidak membuat lingkungan kerja menjadi tidak aman.

Tentu saja tugas karyawan untuk bisa bekerja dalam keadaan fit. Sementara, perusahaan wajib untuk menyediakan tempat kerja yang aman.

Namun mengelola risiko pemakaian alkohol dan narkoba ini tidak mudah. Sebab pemakaiannya bisa saja dilakukan di rumah, namun efeknya akan terbawa hingga ke tempat kerja. Lalu bagaimana caranya agar perusahaan bisa secara efektif melaksanakan tugas ini?

Data Statistik Karyawan yang Memakai Narkoba dan Alkohol

Di Indonesia memang belum ada angka pasti berapa banyak karyawan yang mengkonsumsi barang terlarang ini. Namun dalam data statistik di Inggris disebutkan bahwa potensi ini lebih banyak mengancam karyawan laki-laki. Dalam survey yang dilakukan oleh BPS Inggris disebutkan bahwa sebanyak 26% karyawan laki-laki rentan mengkonsumsi hal tersebut. Sementara untuk karyawan wanita, yang beresiko sebesar 17%.

Sementara jika dibandingkan resiko tertinggi penggunaan alkohol atau narkoba, disebutkan bahwa konsumsi alkohol lebih banyak dilakukan ketimbang narkoba.

Penyebab Meningkatnya Resiko Konsumsi Alkohol dan Narkoba oleh Karyawan

Dalam survei tersebut juga disebutkan bahwa karyawan lebih beresiko mengonsumsi alkohol dibandingkan orang menganggur. Karyawan yang berpenghasilan lebih, misalnya di posisi manajemen, juga ternyata lebih beresiko untuk mengkonsumsi lebih banyak alkohol dibanding karyawan yang berada di level rendah.

Adapun untuk faktor penyebab meningkatnya konsumsi alkohol atau narkoba pada karyawan di antaranya karena:

– memang bekerja di pabrik pembuat minuman beralkohol. Sehingga karyawan pun menjadi lebih mudah untuk mendapatkan minuman ini.

– karena tekanan kerja. Pressure tinggi yang didapatkan karyawan bisa merangsang karyawan untuk meminum minuman beralkohol.

– tekanan dari rekan kerja. Mungkin ada rekan kerja yang juga seorang peminum. Sehingga kemudian mengajak dan memaksa karyawan ini untuk ikut minum alkohol.

– kurangnya pengawasan dapat menjadi penyebab juga karyawan merasa aman saat mengkonsumsi narkoba atau alkohol.

– karyawan mengalami kesulitan keuangan. Sehingga kemudian merasa stres dan minum alkohol dianggap sebagai solusi untuk melupakan persoalan yang sedang dihadapinya.

– Ancaman fisik. Karyawan merasa mengalami ancaman fisik. Sehingga untuk menghilangkan rasa takut itu kemudian mengkonsumsi alkohol atau narkoba.

Sementara jika dilihat kondisi kerja yang rentan bagi karyawan untuk konsumsi alkohol dan narkoba adalah:

– Saat shift kerja malam. Dalam kondisi kerja malam hari, karyawan lebih beresiko mengkonsumi alkohol atau narkoba. Sebab saat itu kondisinya relatif sepi, pengawasan kurang, dan karyawan harus tetap fit dalam bekerja.

– Melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Dalam kondisi ini juga karyawan rentan mengkonsumsi alkohol dan narkoba.

– Bekerja dari jarak jauh. Karyawan rumahan ini juga punya resiko tinggi untuk mengkonsumsi alkohol dan narkoba. Sebab pengawasannya memamng lemah dan mungkin tekanan kerja yang dihadapinya tinggi.

– Komunikasi yang buruk dalam lingkungan kerja juga dapat memicu konsumsi alkohol dan narkoba.

– Stres kerja yang dialami karyawan juga bisa berdampak terhadap penggunaan alkohol dan anrkoba

– Lembur atau jam kerja lebih lama juga bisa meningkatkan konsumsi alkohol yang lebih tinggi.

Sementara untuk bidang kerja dimana pekerjanya banyak beresiko mengkonsumsi alkohol dan narkoba adalah:

– Pekerjaan terkait seni dan sastra dan

– Pekerjaan di bidang konstruksi

Dalam data survei tersebut juga diungkapkan ada karyawan yang bekerja berada di bawah pengaruh alkohol. Dampaknya bagi karyawan:

– sulit berkonsentrasi

– tutunnya produktivitas

– mudah capek

– gampang membuat kesalahan

Dampak Langsung Konsumsi Alkohol Karyawan

Penggunaan alkohol dapat menekan sistem saraf pekerja. Selain itu, dapat mengganggu keseimbangan, koordinasi, persepsi, dan reaksi pekerja yang lambat. Di tempat kerja, efek ini dapat membuat karyawan yang menyetir tidak dapat mengendalikan kendaraannya dengan baik. Begitupun bagi karyawan yang mengoperasikan mesin hal ini sangat berbahaya. Karena dapat dapat menyebabkan kecelakaan kerja.

Bukan hanya bagi karyawan. Perusahaan pun bakal mendapat imbas langsung dari penggunaan alkohol oleh karyawan. Kerugian yang diderita perusahaan sangat banyak. Karena karyawan menjadi turun produktivitasnya, gampang membuat kesalahan dan beresiko mengalami kecelakaan kerja.

Cara Perusahaan Menangani Karyawan yang Suka Minum Alkohol

Jika Anda mencurigai ada karyawan yang suka minum alkohol, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencoba mengatasi masalah tersebut. Berikut ini beberapa cara yang bisa ditempuh:

– Karyawan yang sedang mengalami masalah suka mengkonsumsi minuman alkohol memiliki hak privasi agar masalahnnya ini tidak diketahui karyawan yang lain. Cukup manajemen terkait saja yang mengetahuinya. Selain itu, perusahaan harus mendukung untuk berusaha memulihkan kondisi pekerja ini agar kembali normal seperti sedia kala.

– Jika masih bisa ditangani dan perilakunya itu diubah, perusahaan harus mengusahakannya. Namun jika memang karyawan tersebut sulit untuk dibina, maka harus ada tindakan tegas yang dilakukan perusahaan. Misalnya dengan memberhentikan karyawan.

– Biaya untuk merekrut maupun melatih karyawan baru mungkin lebih besar. Tapi jika itu memang harus dilakukan, tidak menjadi masalah. Daripada kemudian resiko kecelakaan kerja menjadi meningkat.

РOrang yang suka minum alkohol biasanya meski sudah direhabilitasi, tapi kemungkinan masih bisa kembali suka  minum. Mungkin sangat sulit bagi karyawan untuk mengakui dirinya suka minum atau kebiasaan ini berada di luar kontrolnya. Namun jika memang karyawan punya komitmen kuat untuk mengatasi hal ini, perusahaan harus mendorongnya agar kebiasaan itu bisa dihilangkan.

Nah, itulah hal-hal yang perlu dilakukan perusahaan jika memiliki karyawan yang suka minum atau mengkonsumsi narkoba. Prinsipnya, selama karyawan ini masih bisa direhabilitasi, perusahaan perlu mendukung secara penuh. Namun jika sudah sulit untuk diperbaiki, maka tak ada cara lain selain memberikan tindakan tegas bagi karyawan tersebut.

Iklan Sponsor

iklan mediak3
About Armein Hutagaol 198 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*