Mengenal Jenis-Jenis Limbah dari Radioaktif dan Cara Penanganannya

jenis limbah radioaktif dan cara penanganannya
Image via og-indonesia.com

jenis limbah radioaktif dan cara penanganannya – Ada beragam jenis limbah industri, salah satunya limbah radioaktif. Limbah radioaktif sendiri merupakan limbah yang terkontaminasi radionuklida dengan konsentrasi atau aktivitas yang melebihi batas yang diizinkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Limbah radioaktif ini biasanya berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir misalnya pada pembangkit listrik tenaga nuklir ataupun pemanfaatan nuklir untuk industri dan rumah sakit. Ada juga material yang secara alami bersifat radioaktif seperti material pemancar partikel alpha yang berasal dari rantai peluruhan thorium dan uranium.

Limbah radioaktif ada lima tipe. Berdasarkan tipe tersebut, limbah radioaktif diperlakukan dengan cara tertentu agar tidak berbahaya bagi kesehatan manusia ataupun lingkungan. Cara mengatasi limbah radioaktif berdasarkan tipenya yaitu:

  1. Benda padat kering

Benda padat kering seperti bagian dari peralatan laboratorium seperti sarung tangan, produk tertas, pipet, dan lain-lain. Saat memisahkan limbah kering, maka pelindung harus dipertimbangkan. Sampah padat kering harus dilapisi dua kali dan tebal (3 mil atau lebih besar), transparan dan harus ditutup menggunakan segel untuk menjaga keamanannya. Benda-benda tajam juga perlu disendirikan dengan diberi label “Benda Tajam” atau “Sharps.” Kontainernya  harus ditutup dan ditempatkan dalam dalam kantong transparan tebal.

  1. Benda cair

Limbah berbentuk cair terdiri dari cairan tersendiri yang ditempatkan dalam kontainer plastik. Cairan tersebut tidak boleh melebihi 90% kapasitas dari kontainer yang digunakan. Kontainer tersebut harus ditutup jika tak digunakan. Limbah cair harus selalu ditempatkan dan dipindahkan ke tempat khusus lain. Diperlukan juga menulis isi dari zat kimia dalam limbah tersebut serta volume persentasenya, misalnya saja 75% air, 20 saline buffer solution, dan 5% ethanol dan tambahan informasi lainnya. Volume total dari zat kimia tersebut juga perlu dituliskan dalam keterangannya.

  1. Liquid Scintillation Vial

LSV merupakan sample penelitian, pengukur standar, dan yang digunakan dalam survey laboratorium dalam bentuk vial. Direkomendasikan bahwa limbah berbentuk vial harus diempatkan di tempat vial aslinya untuk dapat ditransfer ke pembuangan limbah. Vial tersebut harus ditutup dengan erat saat disimpan ataupun saat dipindahkan. Vial dan tempatnya harus dimasukkan dalam kantong transparan tebal dua lapisan. Dituliskan juga informasi tentang isi vial tersebut dan juga volumenya. Tipe dari zat kimia akan menentukan apakah limbah vial tersebut berbahaya atau tidak.

  1. Jaringan hewan

Bangkai hewan yang terkena radioaktif, darahnya, dan bagian tubuhanya harus dibawa ke tempat khusus yang memang sudah disediakan. Bagian tubuh hewan tersebut harus dibekukan dan dimasukkan ke dalam kantong buram dan disegel. Material yang menyerap harus ditambahkan saat limbah mulai mencair. Bagian hewan tersebut boleh ditempatkan di area yang diizinkan di laboratorium sampai mengalami pembusukan dari radiasi. Namun perlu mengikuti standar yang berlaku dan sesuai dengan prosedur.

  1. Limbah campuran

Limbah campuran radioaktif terdiri dari satu atau lebih bahaya dari radioaktif, misalnya beracun, benda tajam, dan biohazardous). Jenis limbah ini kemungkinan sangat berbahaya bagi kesehatan. Hubungi pihak berwenang atau ahli limbah untuk menangani limbah ini jika memang terlihat sangat berbahaya. Jika mungkin, cobalah untuk mengeliminasi bahaya lainnya, seperti dengan netralisasi atau bleaching sebagai bagian dari prosedur. Ini harus dilakukan karena jika limbah tersebut diklasifikasikan sebagai limbah radioaktif. Ahli harus dihubungi untuk masalah netralisasi limbah campuran ini.

Jika mungkin, sebelum melakukan proses produksi sehingga menghasilkan limbah radioaktif maka sebelumnya perlu dicari cara untuk meminimalkan produksi dari limbah radioaktif. Berikut ini beberapa cara untuk meminimalkan limbah radioaktif:

  1. Jika kontaminasi radioaktif ada di area kecil misalnya pada bagian atas maka area tersebut harus dipotong dari bagian yang tidak terkontaminasi. Perlu diperiksa apakah benar bagian yang lain tersebut tidak terkontaminasi sebelum dibuang dengan cara umum. Sampah yang tidak terkontaminasi tersebut juga perlu dihilangkan label radioaktif-nya.
  2. Lakukan pemisahan limbah radioaktif dan limbah kimia. Jangan mencampurkan bahan kimia dan materi radioaktif yang tidak diperlukan agar tidak menimbulkan limbah campuran.
  3. Jangan melakukan proses tertentu pada limbah radioaktif seperti netralisasi dan pemadatan tanpa izin dari pihak yang berwenang dan harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Iklan Sponsor

iklan mediak3
About Armein Hutagaol 199 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*