Pentingnya Public Speaking bagi Praktisi K3

public speaking bagi praktisi k3
Image via skipprichard.com

Sebagai praktisis K3/HSE yang berperan sebagai “advisor” tentu nya di tuntut untuk menguasai ilmu komunikasi secara verbal. Saat melakukan Tool Box Talk harus menyampaikan pesan-pesan keselamatan, kesehatan atau isu lain nya sesuai dengan keadaan saat itu. Bahkan saat melakukan observasi kita juga dituntut untuk dapat melakukan komunikasi non-verbal agar efektif.

Penggunaan dan penyusunan kalimat yang efektif dan efesien sangat mempengaruhi proses penyampaian informasi, tentu saja hal ini harus didukung oleh gestur tubuh, mimik wajah dan intonasi suara saat melakukan pidato. Faktor yang tidak kalah penting lain nya adalah lingkungan saat pidato, alat bantu yang tersedia dan kondisi fisik peserta/audience. Perlu diingat, proses TBT adalah di luar ruangan dan peserta dalam kondisi berdiri serta tidak menutup kemungkinan masih ada yang mengantuk.

Bagi mereka yang telah terbiasa melakukan Pidato/Public Speaking, tentunya hal ini merupakan proses yang mudah dan akan mengalir dengan sendiri nya sesuai dengan gaya/identity masing-masing. Terus, bagaimana dengan mereka yang belum terbiasa dengan melakukan pidato/public speaking?

Berikut berberapa saran dan masukan yang dapat kami berikan dari pengalaman sebagai trainer/peserta/pelaku Disaster Manajemen & Response. Tentu nya juga berasal dari referensi bacaan yang lain.

Materi / Topik

  • Pilih topic yang ringan dan mudah sebagai langkah awal. Hal ini dibutuhkan untuk mendongkrak rasa percaya diri.
  • Kuasai materi bahasan dengan membaca berbagai referensi berulang-ulang sehingga benar-benar memahami intisari materi tersebut.
  • Bacalah dengan suara normal untuk melatih vocal dan intonasi
  • Gunakan kalimat atau kata-kata yang yang sederhana agar mudah dicerna dan harus juga diingat tentang latar belakang pendidikan pendengar/audiensi. Hindari penggunaan jargon yang kita sendiri pun kurang memahami nya untuk menghindari bias.
  • Materi bahasan sebaik nya berdasarkan kejadian yang sebenar dari kasus-kasus sebelum nya atau informasi terbaru tentang sebuah issu. Hindari yang bersifat opini atau pun hayalan.

Gestur & Intonasi Suara

Body Language atau bahasa tubuh sangat berpengaruh dalam sebuah proses pidato. Pendengar/peserta akan konsentrasi penuh pada 20 menit pertama, manfaat kan moment ini dengan efektif untuk menarik perhatian mereka.

  • Lakukan kontak mata dengan pendengar secara bergantian (scanning mode) untuk memberikan perhatian dan penghargaan kepada peserta. Hindari focus pada sauatu benda seperti lantai, plafon, meja dan lain sebagai nya. Dan yang terpenting jangan focus pada satu orang tertentu yang dapat mengakibatkan mis-interpretasi.
  • Gunakan gerakan tangan untuk mempertegas sebuah pesan atau dapat menggunakan alat bantu, namun tidak berlebihan.
  • Perlihatkan mimik wajah yang bersahabat dan hangat untuk mendapatkan rasa percaya dan respon balik dari peserta.
  • Pastikan seuara kita terdengan keseluruh peserta dengan atau tanpa alat bantu sekalipun, namun jangan berlebihan.
  • Lantun kan kalimat dengan jelas dan teratur serta tidak buru buru.
  • Atur tinggi rendah dan  intonasi suara agar tidak monoton, terutama pada hal-hal penting secara tegas serta diulangi hingga 2 – 3 kali

Kurang percaya diri dan gugup adalah tantangan pertaman yang harus dikuasai seorang public speaker, tidak mudah namun bukan tidak mungkin. Apabila tahap awal ini telah dilalui maka tantangan lain nya akan Terasa mudah. Berikut saran dan masukan bagaimana menguasai rasa kurang percaya diri dan gugup;

Sebelum tampil

  • Kuasai materi yang akan disampaikan dengan baik
  • Jika diperlukan, gunakan alat bantu yang berhubungan dengan topik, namun jangan sepenuh nya bergantung pada alat bantu.
  • Berlatih dengan bahagia. Ajak teman atau keluarga menjadi pendengar, minta kritik dan saran untuk perbaikan saat pidato, atau gunakan cermin untuk menilai diri sendiri.

Saat akan tampil

  • Periksa kembali tampilan uniform/seragam kerja yang digunakan, kebersihan wajah, PPE yang digunakan dan alat bantu lain nya dalam keadaan siap digunakan.
  • Lakukan olahraga ringan untuk melancarakan peredaraan darah dan menstabilkan detak jantung untuk mengurangi rasa gugup.
  • Minum segelas air untuk relaksasi. Perlu diketahui bahwa air memiliki sifat yang menenangkan dan sangat baik untuk relakasasi tentu nya dapat membantu menurunkan rasa khawatir dan gugup.
  • Tarik nafas dalam dan panjang sebanyak 3 kali untuk memberikan oksigen segar ke organ otak.
  • Angap saja bahwa pendengar/peserta tidak mengerti tentang topic yang disampaikan dan hanya anda saja yang menguasai informasi tersebut.  

Saat tampil

  • Tampil senyum dan ceria untuk mendapatkan perhatian peserta. Saat berpidato/presentasi, anda adalah sorotan semua orang, peserta akan menunggu pesan apa yang akan anda sampaikan. Disini lah kualitas tampilan kita secara keseluruhan ditentukan.

Saat berdiri di depan dan berbicara, anda adalah seorang bintang yang selalu dinantikan oleh pendengar.  Apa pun kalimat yang anda ucapkan akan dijadikan referensi dan acuan dari rekan-rekan pekerja. Apabila dapat menyampaikan pidato dengan baik dan dapat diterima oleh semua orang dengan senang hati disaat itu juga anda sebagai speaker sudah mendapatkan rasa hormat dari pendengar.

Demikian sekilas tentang public speaking bagi praktisi K3 yang dapat anda jadikan referensi. Semoga bermanfaat.

Penulis:

Kaharuddin Khaidir a.k.a Al Kidal (HSE Officer TMJO)

20 thn di Palang Merah Indonesia, dan 11 thn sebagai anggota Regional Disaster Response Team Asia Pacific Zone, International Federation of Red Cross Crescent.

Iklan Sponsor

iklan mediak3
About Armein Hutagaol 198 Articles
HSE Blogger Indonesia. I stay in Batam. HSE is my profession and blogger is my hobby. Let's share each other to create the best safety culture in Indonesia. Stay safe and work safe. Remember ABC - Always Be Careful

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*