Perusahaan bertanggung jawab untuk meyakinkan pekerja menerima bantuan segera jika pekerja menderita sakit atau terluka saat bekerja. Kecelakaan dan sakit dapat terjadi kapan saja dan pertolongan pertama pada kecelakaan dapat menyelamatkan pekerja dan mencegah luka kecil menjadi luka yang lebih parah. Perusahaan diharapkan dapat:
- Melengkapi kebutuhan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja
- Meyakinkan bahwa ada seorang yang ditunjuk untuk mengelola P3K atau beberapa orang yang telah dilatih untuk melakukan pertolongan pertama.
- Meyakinkan bahwa ada fasilitas yang layak dan perlengkapan P3K yang sesuai.
- Menyediakan informasi bagi pekerja tentang penggunaan P3K
Setiap perusahaan memiliki lingkungan kerja yang spesifik sehingga kebutuhan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja juga perlu disesuaikan dengan lingkungan kerja tersebut. Minimalnya, sebuah perusahaan harus memiliki:
- Perlengkapan isi kotak P3K yang layak dan sesuai
- Orang yang ditunjuk untuk mengelola P3K
- Informasi untuk semua karyawan tentang detail dari P3K
Bagaimana dengan isi kotak P3K?
Di dalam kotak P3K sendiri terdapat berbagai perlengkapan yang dapat membantu pekerja yang mengalami luka. Pada perusahaan yang tingkat bahayanya masih rendah, maka perlengkapan P3K yang perlu dimiliki antara lain:
- Sebuah keterangan berisi informasi atau panduan penggunaan P3K
- Plester berbagai ukuran yang layak dan sesuai dengan tipe kerja
- Eye pad steril
- Kain kasa
- Iodin
- Pembalut luka dengan berbagai ukuran
- Sarung tangan sekali pakai
Perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja tersebut harus ditempatkan di kotak atau tempat yang bersih dan kering. Pemeriksaan secara berkala juga perlu dilakukan dengan melihat keadaan perlengkapan yang ada apakah layak pakai atau tidak. Beberapa jenis perlengkapan memiliki tanggal kadaluarsa.
Bagaimana peran pekerja dalam P3K?
Selain perusahaan, peran serta pekerja dalam keselamatan kesehatan kerja juga penting karena merekalah yang sebenarnya paling bisa melindungi diri mereka sendiri. Pekerja memang tidak memiliki kewajiban yang berkaitan dengan pertolongan pertama di tempat kerja namun tetap harus memperhatikan masalah kesehatan kerja termasuk masalah pertolongan pertama pada kecelakaan kerja ini.
Saat seorang pekerja membutuhkan obat yang mendesak untuk kondisi tertentu seperti spray oksigen untuk penderita asma atau auto-injector untuk penderita alergi serius, maka perusahaan harus diberitahu tentang keadaan pekerja tersebut. Perusahaan nantinya bisa menyediakan pengobatan atau pencegahan yang dibutuhkan oleh karyawan tersebut. Jika perusahaan memutuskan menunjukan orang untuk menjadi petugas P3K, maka mereka harus melalui tahap pelatihan sehingga memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
Selain di tempat kerja berupa kantor atau pabrik, kadang pekerja harus melakukan perjalanan kerja atau bekerja jauh dari tempat kerja asalnya. Pekerja tersebut perlu diberikan kotak P3K untuk travelling sehingga mudah dibawa dalam perjalanan. Ini perlu dilakukan terutama bagi pekerja yang melakukan perjalanan yang cukup jauh atau pekerja yang harus berada di tempat yang terpencil sehingga sulit melakukan komunikasi dengan orang lain.
Bagaimana dengan pemberian obat-obatan di tempat kerja?
Pemberian obat-obatan bukan merupakan bagian dari P3K. Namun kadang ada pengecualian saat seseorang misalnya mendapatkan serangan jantung sehingga harus segera meminum obat yang dapat meredakan penyakitnya. Direkomendasikan bahwa obat-obatan dalam bentuk tablet, kapsul, sirup, dan sejenisnya tidak disimpan di dalam kotak P3K.
Beberapa pekerja biasanya membawa obat mereka sendiri yang telah diresepkan oleh dokter. Jika seorang pekerja perlu untuk meminum obat tersebut maka petugas P3K berperan untuk membantu mereka melakukannya dan menghubungi layanan darurat jika pekerja tersebut membutuhkannya.
Bagaimana pertolongan pertama pada pekerja yang tersengat aliran listrik?
Selain luka fisik dan penyakit yang ada dalam diri pekerja, sengatan listrik merupakan kejadian yang mungkin terjadi saat bekerja. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan yaitu:
- Mengamankan pekerja dari bahaya sengatan lagi
- Mengusahakan aliran udara untuk pernapasan yang lancar
- Jika ada darah atau benda lain di mulut korban maka keluarkan segera
- Telentangkan korban, tekuk kepala ke belakang, dan tarik rahangnya ke depan agar lidah tidak menutup lubang tenggorokan.
- Lakukan pernapasan mulut ke mulut secepat mungkin.
- Pulihkan fungsi jantung dengan melakukan urutan jantung.
- Jika pernapasan sudah pulih, rawatlah luka lainnya jika ada
- Pindahkan korban ke lokasi yang lebih aman untuk perawatan selanjutnya
- Korban perlu ditunggui selama tim kesehatan atau dokter menanganinya.